Berita Kota Kupang Hari Ini
Mayat Perempuan di Kolong Jembatan Oesapa Diketahui Pengidap Epilepsi Sejak Kecil
Hasil identifikasi mayat tersebut bernama Maria Yofita Kewa (23) warga RT 40 / RW 13 Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Christin Malehere
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Sesosok mayat perempuan ditemukan terapung di sungai tepatnya di Kolong Jembatan Oesapa.
Hasil identifikasi mayat tersebut bernama Maria Yofita Kewa (23) warga RT 40 / RW 13 Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.
Kepada POS-KUPANG.COM, Senin 4 Juli 2022, Lurah Oesapa Kyai Kia menjelaskan bahwa korban telah menderita penyakit epilepsi sejak kecil.
Setiap harinya korban harus diawasi oleh keluarganya karena penyakit epilepsi yang menyebabkan korban alergi terhadap suhu dingin/air dan suhu panas/api.
Bahkan korban sejak kecil hanya tinggal bersama ayahnya bernama Anton Manek Seran yang akrab disapa Gabriel yang sudah berusia 60 tahun dan kondisi sakit, serta beberapa saudaranya.
Baca juga: BREAKING NEWS : Warga Heboh Temukan Mayat Perempuan di Kolong Jembatan Oesapa Kupang
Sedangkan ibunya telah meninggal dunia sejak korban masih kecil.
Dikatakan Kyai Kia, berdasarkan keterangan dari ayah kandungnya setiap hari korban selalu diawasi saat pergi keluar rumah, akan tetapi saat kejadian tersebut, korban pergi sendirian.
Sekitar Pukul 10.00 wita, pihak keluarga mendapat kabar bahwa korban telah meninggal dunia dalam kondisi terapung di pinggir sungai Kolong Jembatan Oesapa.
"Kami dapat informasi bahwa korban sudah tidak bernyawa saat mandi di sungai yang melintas di Kolong Jembatan Oesapa, dalam kondisi mulut berbusa," ujar Lurah Oesapa.
Terpisah Kapolresta Kupang Kota Kombes Pol Rishian Krisna mengatakan bahwa pihaknya mendapat kabar bahwa ada penemuan mayat sehingga langsung bergerak ke lokasi kejadian, melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah korban ke RSB Titus Uly Kupang.
Baca juga: Warga Desa Ponu, Kabupaten TTU Digegerkan dengan Penemuan Mayat
Ditambahkan Krisna terkait dugaan penyebab kematian korban karena penyakit epilepsi dan kondisi jenazahnya belum kaku serta pada bagian mulutnya mengeluarkan busa.
Pihaknya meminta kepada para orangtua dan keluarga yang memiliki anggota keluarga menderita epilepsi agar selalu mengawasi keberadaan anak/saudara yang sensitif terhadap udara/suhu dingin atau panas.
"Saya minta agar para penderita epilepsi jangan ditinggalkan sendirian serta selalu diawasi sehingga tidak mengalami hal- buruk yang tidak diinginkan," pintanya.
Sebelumnya, Sosok mayat perempuan ditemukan dalam kondisi tergeletak di pinggir sungai kolong jembatan, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Senin 4 Juli 2022.