Sabtu, 11 April 2026

Berita Kota Kupang Hari Ini

Komunitas Timore Art Graffiti Gelar Kegiatan Jejak Rupa Rempah 

nama jejak Rupa Rempah sendiri diambil karena kegiatan kali ini tema utamanya adalah jalur rempah. 

Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/MICHAELLA UZURASI
PODCAST - Host Jurnalis Pos Kupang, Any Toda bersama Obby Tukan dan Adriai Ajeng Ngailu.Kamis, 30 Juni 2022. Host Jurnalis Pos Kupang, Any Toda tengan mewancarai kedua nara sumber Komunitas Timore Art Graffiti 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Komunitas Timore Art Graffiti adalah salah satu komunitas seni rupa di Kota Kupang. Komunitas ini baru saja menggelar kegiatan bertajuk "Jejak Rupa Rempah" beberapa waktu lalu. 

Ketua Panitia Jejak Rupa Rempah, Obby Tukan dalam Podcast Pos Kupang, Kamis, 30 Juni 2022 menjelaskan, Jejak Rupa Rempah merupakan kegiatan besar ketiga yang diselenggarakan oleh komunitas Timore Art Graffiti. 

Dikatakan, kegiatan ini dibuka untuk seluruh Nusa Tenggara Timur namun karena basisnya di Kota Kupang maka kebanyakan yang berpartisipasi adalah orang - orang Kupang. 

Baca juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Komunitas TOKIJO Biinmafo Ubah Wajah Kota Kefamenanu

Obby mengatakan, nama jejak Rupa Rempah sendiri diambil karena kegiatan kali ini tema utamanya adalah jalur rempah. 

"Karena kami memang komunitas yang bergerak di seni visual, seni rupa, jadi yang kami ambil garis besarnya itu jejak rempahnya dan dengan rupa yang dari kami, dari seni rupa karena kami basenya dari seni rupa," kata Obby. 

Salah satu anggota Komunitas Timore Art Graffiti, Adriana Ajeng Ngailu menambahkan, sebenarnya Jejak Rupa Rempah adalah kegiatan dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Dirjen Kebudayaan, dari programn Muhibah Jalur Rempah

"Kalau Muhibah Jalur Rempah itu seperti kita mengenal dulu waktu zaman nenek moyang mereka lakukan perjalanan untuk mengikat tali persaudaraan di Nusantara melakukan pelayaran jadi salah satu titik itu di NTT di Kupang khususnya," jelas Ajeng. 

Baca juga: Rayakan Ulang Tahun ke - 5 Komunitas CSCD Gelar Pameran 

"Jadi karena mereka mau sesuatu yang mendukung kegiatan ini termasuk dengan tibanya kapal Dewa Ruci jadi minta untuk kawan - kawan komunitas yang berbasis di tempat tersebut untuk mendukung. Kebetulan dari Timore Art Graffiti memang mempunyai satu bidang yang sama membahas tentang kesenian dan mendukung kebudayaan jadi Timore Art Graffiti diminta untuk berpartisipasi," lanjut dia.

"Kenapa memilih jejak Rupa Rempah karena membahas tentang jejak atau historis tentang Rempah - Rempah yang ada di Kota Kupang ataupun seluruh Nusantara. Rupa terkait dengan bidang kesenian, Rempah terkait dengan nama programnya," tambahnya lagi. 

Sisi lain Komunitas Timore Art Graffiti sendiri terbentuk sejak tahun 2015. Berawal dari anak - anak tongkrongan yang suka turun ke jalanan dan menggambar di tembok jalanan.

Karena keseringan bertemu dan nongkrong bersama, akhirnya dipikirkan jika turun ke jalanan kira - kira harus memakai nama apa biar punya pergerakan yang sama. 

"Akhirnya terbentuklah Timore Art Graffiti itu," jelas Obby. 

Baca juga: Melawan Punah, Komunitas Penjaga Budaya Helong Adakan Pameran Budaya

"Ketong di pulau Timor bergerak di bidang Art dan juga graffiti itu kita mengambil semangat dari graffiti turun ke jalan itu," sambungnya.

Pada usia yang ketujuh tahun komunitas ini sudah punya 8 orang artis dan 4 orang yang mengurus manajemen. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved