Breaking News
Kamis, 9 April 2026

Berita Kota Kupang Hari Ini

Pengurus DPC WKRI St Yoseph Pekerja Penfui Kupang Rayakan HUT Secara Sederhana

Sekitar 40-an anggota WKRI hadir dalam acara tersebut dari 7 ranting yang ada di DPC St. Yoseph Pekerja Penfui Kupang

Penulis: Ray Rebon | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/HO-WKRI NTT
WKRI - Wanita Katolik Republik Indonesia saat merayakan HUT ke-98 WKRI di Aula SMP Adisucipto Kupang. Minggu 26 Juni 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Hari Ulang Tahun Wanita Katolik Republik Indonesia ( WKRI ) dirayakan setiap tanggal 26 Juni.

Pada HUT WKRI yang ke-98 kali ini, turut dirayakan oleh WKRI Dewan Pengurus Cabang (DPC) Paroki St Yoseph Pekerja Penfui Kupang secara sederhana pada  Minggu 26 Juni 2022.

Usai menanggung koor dalam perayaan ekaristi, ibu-ibu yang kompak mengenakan seragam biru-biru itu menuju ke Aula SMP Adisucipto Kupang yang berada tepat di belakang Gereja.

Disana, sudah terpasang spanduk berwarna biru yang bertuliskan 'Selamat Ulang Tahun WKRI Ke-98 dengan Tema Perbedaan Adalah Anugerah, Mari Menyatukan Hati Dalam Kebersamaan Membangun Negeri'.

Sebelum dimulainya acara,  diawali dengan doa pembukaan sebagai bentuk ucapan syukur.

Baca juga: Wujudkan Generasi Sehat, WKRI DPC St. Matias Rasul Kupang Adakan Seminar Kesehatan

Kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua DPC St Yoseph Pekerja Penfui, acara tiup lilin, dan ramah tamah.

Sekitar 40-an anggota WKRI hadir dalam acara tersebut dari 7 ranting yang ada di DPC St Yoseph Pekerja Penfui Kupang.

Ketua DPC WKRI Gereja Santo Yoseph Pekerja Penfui, Yustina Lema saat membacakan sambutan  Ketua Dewan Pengurus Pusat ( DPD ) WKRI Yustina Rostiawati menyampaikan dua tahun lagi WKRI akan merayakan usia 100 tahun ( 1 abad ).

Pada HUT ke-98 kali ini mengambil tema perbedaan adalah anugerah, mari menyatukan hati dalam kebersamaan membangun negeri.

"Mari kita melanjutkan semua program dan kegiatan yang selama ini tertunda pelaksanaannya dan terus bergandengan tangan membantu pemerintah serta program Pastoral Keuskupan dan Paroki, " ucapnya.

Baca juga: Ketua DPP WKRI Minta Prioritaskan Penataan Wilayah Kerja Tiga Keuskupan di NTT

Selain itu, kemitraan yang telah dibangun di lingkaran organisasi perempuan tingkat nasional dan daerah perlu dipertahankan dan ditingkatkan agar isu perempuan dan anak dapat ditangani bersama.

Keberadaan WKRI menunjukkan bahwa gerakan perempuan sudah ada di Indonesia sebelum kemerdekaan 94 tahun lalu, tepatnya 22 sampai 25 Desember tahun 1928 diselenggarakan kongres perempuan pertama, inilah kebangkitan gerakan perempuan di tanah air.

"Inisiator Kongres perempuan pertama adalah sejumlah organisasi perempuan yang sudah ada saat itu salah satunya adalah WKRI yang kita kenal sekarang, " ungkapnya.

Sampai sekarang visi WKRI tidak berubah, yaitu organisasi yang mandiri bersifat sosial aktif dan memiliki kekuatan moral dan kemampuan yang handal dalam menjalankan karya pengabdian.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved