Berita Kota Kupang Hari Ini
Singo Edan Kalungi Syal ke Wali Kota Kupang
Wali Kota hanya tersenyum melihat aksi para Aremania. Setelah mengalungi Wali Kota Jefri, Aremania juga mengalungi syal ke Wali Kota Malang
Mereka tampil bersama dengan kontingen atau peserta Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) IV yang datang ke Kota Kupang seperti kontingen dari Mataram, Blitar, Bima, hingga Banyuwangi.
Ragam atraksi budaya dihadirkan dalam pawai tersebut yang didahului dengan tampilan ikon baru Kota Kupang yaitu Bunga Sepe dalam ragam busana menarik dan dipimpin drumband dari SMPN 6 Kupang.
Para peserta pawai dari masing-masing daerah juga menunjukkan kebolehan daerahnya baik itu dengan tarian, mengenakan pakaian adat, maupun dengan membawa alat musik tradisional.
Tidak ketinggalan juga atraksi budaya NTT juga ikut meramaikan pawai itu. Tari Caci dari Manggarai yang adalah tari perang menggunakan cambuk turut mengundang perhatian masyarakat saat itu.
Baca juga: Rehab Rujab Wali Kota Kupang Terkesan Asal Kerja
Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, yang juga adalah Ketua Komwil IV menyebut semua peserta menampilkan atraksi yang luar biasa hari tersebut dan juga mendapatkan pujian dari kepala daerah lainnya.
"Semua luar biasa hari ini," sebut Jefri kepada media saat itu.
Menurutnya, Rakorwil IV Apeksi ini memang perlu disukseskan juga dengan menampilkan kebudayaan maupun mendongkrak ekonomi di Kota Kupang melalui ragam agenda yang ada sampai dengan 23 Juni ini.
"Saya sebagai ketua wilayah, salah satunya untuk memicu kegiatan ekonomi dari banyaknya orang yang datang dan efek terhadap ekonominya sangat bagus," tukas Jefri.
Ia ingin momentum rapat antara wilayah terkhususnya pawai hari itu menjadi sarana promosi atau media untuk mengenal budaya lainnya.
Baca juga: Peringati Hari Raya Waisak, Wali Kota Kupang Ajak Perkuat Tali Persaudaraan
Di samping itu Kota Kupang dapat menawarkan berbagai kebutuhan baik jasa, alam, maupun cinderamata kepada pengunjung yang datang dari luar kota ini.
Anggota Apeksi Komwil IV sendiri terdiri dari Kota Kupang, Surabaya, Mojokerto, Malang, Batu, Kediri, Madiun, Blitar, Probolinggo, Pasuruan, Bima, Mataram dan Denpasar.
"Ini salah satu cara kita untuk menumbuhkan ekonomi. Kita tidak tahu jelas berapa tetapi pastinya ada pergerakan ekonomi yang luar biasa. Ada pembelian pernak-pernik, kuliner, mereka juga jalan-jalan juga di Kota Kupang," ungkapnya.
Jefri juga menduga selama kegiatan beberapa hari yang berlangsung di Kota Kupang ini dapat menstimulasi berbagai kerja sama ke depan antara berbagai daerah.
Di lain sisi ia harapkan kegiatan ini berdampak bagi para pelaku UMKM Kota Kupang dan dapat mendorong ekonomi Ibu Kota NTT hingga ratusan juta.
"Ratusan juta, saya kira bisa lebih," sebutnya lagi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/jefri-riwu-kore-saat-mengangkat-syal-bertuliskan-arema.jpg)