Rabu, 8 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik 24 Juni 2022, Imamat Umum Pengikut Kristus

Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Hari ini, Gereja Semesta merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus

Editor: Hasyim Ashari
POS-KUPANG.COM/Doc. Herry Klau/ASN Kominfo Malaka
SAKRAMEN - Uskup Atambua Mgr Dr Dominikus Saku, Pr memberi Sakramen Krisma kepada 464 peserta yang adalah umat Paroki Santo Dominikus Leon As dalam perayaan ekaristi di gereja tersebut, Desa Wekmidar, Kecamatan Rinhat, Selasa 17 Mei 2022 

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik 24 Juni 2022 akan membahas tentang Imamat Umum Pengikut Kristus.

Mimbar Katolik atau Renungan Harian Katolik yang disajikan dalam artikel ini bersumber dari Kemenag.co.id

Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Hari ini, Gereja Semesta merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus.

Biasanya, bahkan sudah menjadi tradisi, pada hari raya ini diadakan penerimaan komuni pertama.

Pada pesta Tubuh dan Darah Kristus ini, kita mengenangkan secara khusus kehadiran Yesus di dalam Ekaristi Mahakudus.

Perayaan Ekaristi adalah perayaan keselamatan yang kita terima dari Tuhan, puncak dari perayaan iman kita.

Oleh karena itu, perlu dipersiapkan dengan baik.

Kutipan Injil Lukas hari ini kiranya menjadi inspirasi bagi kita dalam rangka menghayati imamat umum kita kaum beriman.

Sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, kita memiliki panggilan imamat umum yang harus dihayati di dalam hidup sehari hari.

Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil menjadi penyalur rahmat/berkat Allah kepada umat manusia dan ciptaan Allah lainnya terutama bagi umat yang miskin dan berkekurangan, lapar dan haus dalam berbagai kebutuhan hidup sehari-hari.

Apa yang kita miliki dan nikmati sampai saat ini adalah anugerah Allah, yang harus kita bagikan kepada siapa pun.

Aneka rahmat yang kita terima merupakan usaha yang kita lakukan sekaligus buah kerja keras kita, tetapi pertama-tama dan terutama merupakan kemurahan hati Allah.

Oleh karena itu, layaklah kita juga bermurah hati dengan memperhatikan siapa pun, tanpa pandang bulu, latar belakang, bahasa, suku asal, dan sebagainya.

Harapannya, dengan semakin kaya, pandai, cerdas, terampil, tua, berpengalaman, kita pun semakin bersyukur dan berterima kasih atau rendah hati.

Sepertinya kita perlu berilmu padi, semakin berisi semakin merunduk.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved