Berita NTT Hari Ini
Ketua LPTQ NTT: Panitia Siap Gelar MTQ Tingkat Provinsi NTT
MTQ harus menjaga sekaligus mengimplikasikan ke masyarakat. Berbagai dinamika saat ini, melalui MTQ harus bertumbuh pada tiga nilai
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Panitia pelaksana kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat provinsi NTT menyatakan kesiapannya dalam melaksanakan kegiatan tersebut.
Sejumlah persiapan telah dirampungkan, termaksuk pada acara pembukaan yang direncanakan berlangsung pada 25 Juni 2022 mendatang.
Ketua LPTQ NTT, Drs. Jamaludin Ahmad, mengatakan, kegiatan ini sebenernya berada di kabupaten Rote Ndao. Namun berbagai aspek persiapan hingga akomodasi dan fasilitas sehingga kegiatan dipindahkan ke Kota Kupang.
Pertimbangan atas keputusan tersebut terpaksa dilakukan mengingat kegiatan mesti dilaksanakan sesuai jadwal.
Baca juga: MTQ Ke-VII Manggarai Timur, Kontingen Kecamatan Borong Rebut Juara Umum
Pemindahan ke Ibu Kota provinsi, menurut dia, karena ketersediaan cukup banyak sumber daya yang sudah ada. Ini juga meminimalisir kefatalan dari kegiatan ini.
Menurut dia, MTQ merupakan kegiatan yang bernuansa budaya religius dan dilaksanakan sejak 1968. Kemudian berkembang menjadi agenda tahunan, dan terakhir menjadi dua tahun.
"MTQ itu cabangnya luas. Kalau seleksi baru terbatas. Tiap tahun itu selalu diadakan seleksi," sebutnya, dalam konferensi pers yang dilakukan, Rabu 22 Juni 2022 di aula asrama haji Kota Kupang.
Ini juga sebagai bentuk dakwah nilai-nilai Islam. Pengemasan nilai Islam itu dilakukan dalam bentuk perlombaan.
Dia menegaskan, Al-Qur'an, menjadi petunjuk dalam jalan kehidupan, termaksud kehidupan berbangsa dan bernegara.
Baca juga: Wawali Kota Kupang Minta MTQ Jadi Wadah Pererat Ukhuwah Islamiyah
Pada tema besar kegiatan, melalui penyelenggaraan MTQ 29 mengusung tema Melalui Penyelenggaraan MTQ Tingkat Provinsi, Kita Perkokoh Komitmen Kebangsaan Untuk Mewujudkan Visi NTT Bangkit Menuju Sejahtera dalam Bingkai NKRI Berdasarkan Pancaslia.
Ini merupakan dua frasa antara kebangsaan dan kedaerahan yang perlu berkorelasi dan berkontribusi mendukung berbagai Pembangunan di pemerintah, juga di NTT.
Dia menegaskan, MTQ harus menjaga sekaligus mengimplikasikan ke masyarakat. Berbagai dinamika saat ini, melalui MTQ harus bertumbuh pada tiga nilai.
"Pertama adalah antara umat atau Pemerintah. Ulama, bahwa harus menjaga nilai kebangsaan dari generasi ke generasi. Nilai budaya atau adat yang menjadi penggerak," kata dia.
Dia menambahkan, bantuan dari pemerintah provinsi sejauh ini terus dilakukan kepada lembaga keagamaan. Memang, kendala pasca pandemi ini, sehingga ia meminta semua pihak memahami kondisi ini.