Berita Kupang Hari Ini
DPR RI Anita Gah Bumingkan Nilai-nilai Pancasila di Amarasi Barat Kabupaten Kupang
merong-rong kehidupan bangsa. Untuk itu, betapa pentingnya kegiatan ini agar pengetahuan masyarakat terus ditambahkan.
Penulis: Ray Rebon | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Rey Rebon
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Anggota Komisi X DPR RI, Anitha Jacoba Gah kembali membumingkan nilai-nilai pancasila melalui sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kepada masyarakat di Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, NTT.
Empat pilar kebangsaan tersebut yakni Pancasila, Undang-Undang 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.
Sosialisasi dan pendalaman terhadap dasar-dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tersebut dilangsungkan di Gereja dengan menghadirkan camat Amarasi Barat, perwakilan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan ratusan masyarakat di Jemaat Maranata Teunbaun, Kamis 9 Juni 2022.
Baca juga: Sidang Kasus Astri-Lael, Pengunjung Tepuk Tangan Selesai Santi Mansula Bersaksi
Dalam kesempatan tersebut politisi Partai Demokrat itu memaparkan materi sosialisasinya dan bersama masyarakat membedah satu persatu sila pancasila sekaligus menyampaikan defenisinya serta memaknainya dalam kehidupan bermasyarakat.
Anitha Jacoba Gah dalam membuka kegiatan sebagai anggota MPR RI memiliki tugas untuk memasyarakatkan masyarakat tentang empat pilar kebangsaan.
Dijelaskan empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI ini merupakan penyangga kesatuan bangsa. Tidak bisa dianggap remeh dan dilupakan begitu saja karena akan berdampak buruk dan bisa menghancurkan negara ini.
Baca juga: Penjabat Bupati Lembata, Marsianus Jawa Jawa Buka Bulan Imunisasi Anak Nasional
"Kami terus memberikan pemahaman tentang dasar-dasar negara dan betapa pentingnya sehingga semua masyarakat memiliki pemahaman yang sama dalam menjaga dan merawat bangsa," ujarnya.
Empat pilar ini merupakan landasan dan dasar negara dengan berbagai persoalan di bangsa ini yang terus merong-rong kehidupan bangsa. Untuk itu, betapa pentingnya kegiatan ini agar pengetahuan masyarakat terus ditambahkan.
Dirinya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak dan masyarakat yang sudah memenuhi undangan menghadiri kegiatan tersebut.
"Ibarat sebuah bangunan, sebelum dibangun tentu memiliki fandasi dan tiang-tiang penyangga, menobang serta memberikan suatu tempat berteduh yang nyaman," pintanya.
Baca juga: Kesbangpol-KPU Malaka Sepakat Kawal Tahapan Pemilu
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Dan memiliki filosofis yang dalam dan panjang. Untuk membicarakan empat pilar ini membutuhkan waktu yang panjang hingga 5 sampai 8 jam.
Dikatakan masyarakat indonesia harus benar-benar paham atas dasar negara ini melalui beragam sosialisasi ini karena bukan berarti hanya mau menghabiskan uang negara namun bagaimana memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tetap merawat bangsa ini.
Undang-Undang telah mengamanatkan bahwa atus adanya keadilan sedangkan dalam pelaksanaannya oleh pemerintah, masih banyak anak tidak mendapatkan pendidikan yang layak. Masih banyak pelaku-pelaku korupsi. Ini artinya undang-undang yang diberlakukan belum diterapkan secara baik.
"Kita sosialisasikan agar masyara tau, hak-hak mereka dan apa yang mereka harus buat. Banyak pejabat di NTT yang juga terlibat kasus korupsi. Bahkan NTT merupakan salah satu provinsi penyumbang korupsi tertinggi. Untuk itu melalui kesempatan ini kita perjuangkan bersama untuk menekan persoalan yang terjadi," tegasnya.
Baca juga: Kesbangpol-KPU Malaka Sepakat Kawal Tahapan Pemilu