Berita Kota Kupang Hari Ini
Sekolah di Kota Kupang Siap Jalankan Program Merdeka Mengajar
Pihaknya juga sedang menyusun rencana tertulis dengan dinas terkait untuk bisa memberi gambaran bagi guru sebelum menjalankan kurikulum itu
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Sekolah-sekolah di Kota Kupang menyatakan kesiapannya untuk menjalankan program merdeka belajar yang dicanangkan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, sebagai pengganti kurikulum 13.
Kurikulum sebelumnya dinilai kurang memberi ruang lebih antar guru dan siswa.
Yustinus Darmo, S. Fil, Wakasek Kurikulum SMP 1 Kota Kupang, Kamis 9 Juni 2022, menjelaskan, di sekolah itu memang bukan merupakan sekolah penggerak.
Akan tetapi, ada kebijakan khusus yang diberikan bagi sekolah-sekolah untuk bisa mendaftar sebagai sekolah yang menerapkan program merdeka belajar.
"Meski bukan sekolah penggerak, bisa mendaftar untuk menerapkan kurikulum program merdeka belajar," katanya.
Untuk itu, dengan kebijakan demikian maka SMP 1 Kota Kupang pun menerapkan kurikulum merdeka mengajar. Pada kesempatan pertama ini, penerapan baru bisa dilaksanakan di kelas VII. Sedangkan untuk kelas VIII dan X, masih menggunakan kurikulum 13.
Dengan menerapkan kurikulum itu, pihaknya menggelar workshop tingkat sekolah dengan dewan pengawas dari dinas pendidikan dan kebudayaan Kota Kupang. Workshop itu digelar untuk menguatkan dan memberi kesiapan bagi guru-guru untuk menerapkan kurikulum merdeka mengajar.
Guru-guru yang mengajar pada kelas VII dan X akan tetap fokus pada kurikulum 13, sedangkan guru yang mengajar di kelas VII diberi kesiapan untuk menyambut kurikulum merdeka mengajar.
Darmo menyebut, pada kurikulum merdeka belajar ada tiga tahap yakni, mandiri, mandiri berubah dan mandiri berbagi.
Di SMP 1 Kota Kupang, pihaknya memilih tahap dua, mandiri berubah dalam menerapkan program merdeka belajar.
"Kami belajar sendiri dengan berbagai platform yang disiapkan Kementrian Pendidikan melalui akun-akun guru belajar. Jadi semua guru dan siswa ini sudah punya akun semua," katanya.
Dengan akun itu, guru akan melihat dan belajar materi sebelum diajarkan ke siswa. Bahkan, materi itu bisa dimodifikasi agar menyesuaikan dengan situasi yang ada di wilayah setempat.
Untuk perdana ini pihaknya akan memulai program itu di kelas VII. Jika, saat evaluasi nanti dikatakan berhasil maka selanjutnya kurikulum itu akan diterapkan pada semua tingkatan.
Meski belum ada ketetapan dari Kementrian terkait, namun kesiapan perlu dimulai sejak sekarang. Menurut dia, kurikulum ini hampir sama dengan kurikulum 13.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/merdeka-belajar.jpg)