Selasa, 14 April 2026

Berita Ende Hari Ini

Begini Isi Pembicaraan Lima Menit Antara Bupati Ende Djafar dan Presiden Jokowi

hari lahir Pancasila tersebut dapat membawa dampak yang positif bagi masyarakat dan keinginan pemerintah Kabupaten Ende

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Bupati Ende Djafar Achmad saat pantau kondisi gedung SMKN 7 Moni, Selasa 3 Agustus 2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM, ENDE - Ditengah kesibukannya untuk menyukseskan kegiatan peringatan hari lahir Pancasila, Bupati Ende, Djafar Achmad sempat meminta waktu lima menit untuk berdiskusi dengan Presiden Jokowi.

Diskusi tersebut dilakukan untuk membahas terkait program apa saja yang akan dilakukan kepemimpinan Bupati Djafar Achmad dan Wakil Bupati Erik Rede kedepan di hadapan orang nomor satu di Indonesia tersebut.

Momen tersebut terjadi ketika ia dan Presiden Jokowi baru saja pulang dari kegiatan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Ngada.

"Saya menyampaikan program saya untuk membangun Ende kedepan. Jika orang melalui proyek, maka saya ingin Ende ini dari Pariwisata sejarah supaya sejajar dengan Labuan Bajo untuk bisa mengangkat kemiskinan di Ende ini," ungkap Bupati Djafar saat ditemui di Kantor Bupati Ende, Kamis 2 Juni 2022.

Baca juga: Begini Kronologi Kepala Sekolah dan Enam Teman Lain Keroyok Guru Sekolah Dasar

Setelah meminta waktu lima menit dengan Presiden, lanjut Djafar, orang nomor satu di Indonesia itu kemudian meminta supaya pembicaraan terkait hal tersebut dilaksanakan di istana negara saja.

"Kita bicarakan di istana saja. Saya tunggu Pak Bupati di istana saja. Saya takut salah dengar saya tanya dimana Pak Presiden? Jawaban di istana, saya pikir di Hotel Grand Wisata," kata Djafar mengutip jawaban Presiden Jokowi pada saat itu.

Presiden Jokowi kemudian menyarankan Bupati Ende, Djafar Achmad untuk menyiapkan semua konsep pembangunan Ende kedepan sehingga bisa dipresentasikan dengan kementrian dan lembaga terkait.

"Nanti Pak Bupati presentasikan semuanya disana, supaya sekali jalan saja," ungkap Djafar.

Baca juga: Begini Tanggapan Anggota DPRD Sikka Terkait Bantuan Generator Tabung

Bupati Djafar mengaku, memang konsep membangun Ende sebetulnya sudah ada di dalam pikirannya. Namun karena waktunya terbatas Presiden menghendaki agar pembicaraan tersebut dilakukan di istana.

"Saya sudah siap. Saya sudah komunikasikan dengan Labuan Bajo. Karena saya punya skenario begitu. Setelah Labuan Bajo, Ende harus bisa sejajar dengan Labuan Bajo. Karena itu kita harus setting Ende ini lebih baik," terangnya.

Bupati Djafar menjelaskan bahwa, pemerintah daerah Kabupaten Ende berencana untuk membangun semua infrastruktur seperti Pelabuhan dan Bandara yang lebih baik. Hal tersebut dilakukan supaya dapat mendukung geliat pembangunan pariwisata di daerah itu.

Selain itu, tambah Bupati Djafar di Taman Renungan Bung Karno, dirinya ingin dilengkapi dengan perpustakaan dan arsip nasional yang terkait dengan Bung Karno supaya dibawa ke perpustakaan tersebut.

"Supaya ketika orang datang ke taman Bung Karno itu dia bisa melihat sejarah bangsa ini. Kemudian semua tempat bersejarah di Ende yang berkaitan dengan Soekarno harus dilengkapi dengan fasilitas. Dan itu semua sudah diseting dengan Labuan Bajo," ungkapnya.

Baca juga: Polisi Ungkap Jaringan Curi Ternak Lintas Kecamatan di Sumba Timur

Ia berharap, dengan adanya pelaksanaan peringatan hari lahir Pancasila tersebut dapat membawa dampak yang positif bagi masyarakat dan keinginan pemerintah Kabupaten Ende untuk membenahi infrastruktur yang ada dapat tercapai.

"Kita berharap melalui jalur kebangsaan ini, pembangunan infrastruktur untuk mendukung wisata sejarah, kita dapat," pungkasnya. (*)

Berita Ende Hari Ini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved