Berita Pendidikan

Dosen Unwira Latih Penyusunan RPP bagi Guru IPA SMP  di Taebenu

Tiga orang dosen dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Program Studi Pendidikan Biologi,  Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira),  Ku

Editor: Ferry Ndoen
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
Para peserta dan dosen Unwira di sela-sela pelatihan itu. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Tiga orang dosen dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Program Studi Pendidikan Biologi,  Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira),  Kupang,  melakukan pelatihan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) bagi para guru IPA SMP di Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Kamis, 18 Mei 2022. Tiga orang dosen itu, yakni
Dra. Florentina Y. Sepe, M.Pd (ketua), Drs. Aloysius Djalo, M.Pd dan Maria Novita Inya Buku, SPd., M.Pd (anggota).

Dalam rilis yang diterima, Rabu, 25 Mei 2022, Ketua Tim, Dra. Florentina Y Sepe, M.Pd, mengatakan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan salah satu dari penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Florentina mengatakan, RPP merupakan perangkat pembelajaran yang memuat tentang kegiatan yang direncanakan oleh guru sebagai pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran.

Florentina menyebutkan,  dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah,  menyebutkan bahwa RPP adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. Oleh karena itu setiap pendidik/guru pada satuan pendidikan wajib  menyusun RPP agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien serta memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan belajar-mengajar.
Dengan demikian dapat memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, serta perkembangan fisik dan psikologis peserta didik.

Florentina mengatakan, dalam pelaksanaan Kurikulum 2013, guru dituntut menyusun RPP yang terdiri dari 13 komponen,  yaitu identitas sekolah, identitas mata pelajaran, kelas/semester, materi pokok, alokasi waktu, tujuan pembelajaran, kompetensi dasar, materi pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, sumber belajar, langkah-langkah pembelajaran dan penilaian hasil pembelajaran.
Semua komponen itu kata dia, dijabarkan secara detail dalam RPP sehingga dianggap sungguh memberatkan bagi guru, baik dari segi administrasi maupun persiapannya.

Ia juga mengatakan, ​Menteri Pendidikan dalam kebijakannya yang tertuang dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 Tahun 2019 tentang Penyederhanaan RPP menyatakan bahwa yang menjadi komponen inti dalam RPP adalah tujuan pembelajaran, langkah-langkah (kegiatan) pembelajaran dan penilaian pembelajaran (assessment), dikemas cukup satu halaman dan wajib dilaksanakan oleh guru. Sedangkan komponen lainnya bersifat pelengkap.

Kebijakan tersebut mempunyai tujuan yang menguntungkan bagi guru, terutama dalam hal kelengkapan administrasi mengajar sehingga guru dapat memanfaaatkan waktu untuk menambah penguasaan materi dan mengevalusi kegiatan pembelajaran. 
Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2022 tentang Standar Proses pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah bahwa perencanaan pembelajaran paling sedikit memuat tujuan pembelajaran, langkah atau kegiatan pembelajaran dan penilaian atau assessment pembelajaran.

Selain itu,  perencanaan pembelajaran disusun dalam bentuk dokumen perencanaan pembelajaran yang fleksibel. Artinya, kata dia,  tidak terikat pada bentuk tertentu dan dapat disesuaikan dengan konteks pembelajaran, jelas (mudah dipahami) dan sederhana (berisi hal pokok dan penting sebagai acuan pelaksanaan pembelajaran).

Florentina juga ​mengatakan,  guru  sudah tidak asing lagi dalam pembuatan RPP,  namun dalam banyak kesempatan ketika menjadi asesor visitasi akreditasi sekolah/madrasah,  sering ditemukan beberapa guru mengajar kurang sesuai dengan apa yang telah direncanakan dalam RPP.

Drs. Aloysius Djalo, M.Pd, mengatakan kasus lain yang sering ditemukan adalah komponen tujuan pembelajaran yang disusun guru belum sesuai dengan kompetensi dasar, langkah-langkah pembelajaran yang disusun belum sesuai dengan sintaks model pembelajaran yang dipilih dan penilaian pembelajaran yang tertera dalam RPP belum mencakup penilaian kompetensi afektif (sikap) dan psikomotor (keterampilan).

Beberapa permasalahan di atas menjadi dasar tim melakukan kegiatan PKM Pelatihan Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Ringkas Bermakna bagi Guru-guru IPA SMP di Kecamatan Taebenu,  Kabupaten Kupang.

Tim Dosen, Maria Novita Inya Buku mengatakan bahwa target yang hendak dicapai dalam kegiatan PKM ini yakni pertama,  para guru dapat menyusun RPP singkat dengan memerhatikan kesesuaian antara tujuan pembelajaran dengan kompetensi dasar. Kedua,  guru dapat menyusun langkah-langkah pembelajaran sesuai dengan sintaks model pembelajaran yang dipilih. Ketiga, guru dapat menyusun penilaian pembelajaran yang mencakup penilaian kompetensi kognitif (pengetahuan), afektif (sikap) dan psikomotor (keterampilan).

Kegiatan ini dibagi menjadi dua, yaitu pemaparan materi tentang dasar hukum penyusunan RPP dan langkah-langkah pembuatan RPP ringkas bermakna dan pendampingan pembuatan RPP.

Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Taebenu dengan melibatkan guru-guru IPA di Kecamatan Taebenu dari enam sekolah,  yaitu SMP Negeri 1 Taebenu, SMP Negeri 2 Taebenu Satap, SMP Negeri 3 Taebenu Satap, SMP Negeri 4 Taebenu, SMP Negeri 5 Taebenu Satap dan SMP Swasta Pelita Hati Baumata.

Salah seorang guru senior,  Yusuf Siokain, berharap kegiatan ini agar tetap berlanjut dan melibatkan semua guru SMP di Kecamatan Taebenu terutama guru-guru muda.
Sedangkan Kepala SMPN 1 Taebenu, Fredi Taniu, S.Pd,  mengaku sangat senang karena tim PKM Program Studi Pendidikan Biologi Unwira, Kupang, memilih Kecamatan Taebenu untuk bekerja sama dengan guru-guru IPA dalam kegiatan pelatihan RPP. (*/pol)

Para peserta dan dosen Unwira di sela-sela pelatihan itu.
Para peserta dan dosen Unwira di sela-sela pelatihan itu. (ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM)
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved