Rabu, 6 Mei 2026

Perang Rusia Ukraina

Perang Rusia vs Ukraina:Diplomat Rusia di PBB Mengundurkan Diri Hanya Gara-Gara Hal Ini

Diplomat senior Rusia yang bertugas di Kantor PBB di Jenewa, Swiss mengundurkan diri karena menentang invasi Rusia ke Ukraina.

Tayang:
Editor: Ferry Ndoen
KATERYNA TYSHCHENKO/PRAVDA.COM.UA
Tentara Ukraina menghancurkan 205 unit peralatan, termasuk tiga pesawat Rusia di wilayah Ukraina timur. 

POS-KUPANG.COM -  Diplomat senior Rusia yang bertugas di Kantor PBB di Jenewa, Swiss mengundurkan diri karena menentang invasi Rusia ke Ukraina.

Boris Bondarev (41) mengonfirmasi pengunduran dirinya dalam sebuah surat yang disampaikan pada Senin (23/5/2022).

"Selama dua puluh tahun karier diplomatik saya, saya telah melihat perubahan yang berbeda dari kebijakan luar negeri kami, tetapi saya tidak pernah merasa malu dengan negara saya seperti pada 24 Februari tahun ini," tulisnya, mengacu pada tanggal invasi Rusia, dikutip dari AP News.

Pernyataan pengunduran diri ini jarang atau bahkan yang pertama kali terjadi di antara korps diplomatik Rusia, saat perang Ukraina masih berkecamuk.

"Perang agresif yang dilancarkan oleh Putin melawan Ukraina, dan pada kenyataannya melawan seluruh dunia Barat, bukan hanya kejahatan terhadap rakyat Ukraina, tetapi juga, mungkin, kejahatan paling serius terhadap rakyat Rusia, dengan huruf tebal Z bersilangan keluarkan semua harapan dan prospek untuk masyarakat yang makmur dan bebas di negara kita," tulis Bondarev, merujuk pada penggunaan huruf "Z" sebagai simbol dukungan untuk perang Rusia di Ukraina.

Di halaman LinkedIn-nya, Boris Bondarev mendeskripsikan dirinya sebagai penasihat di misi permanen Rusia untuk PBB yang bekerja pada pengendalian senjata.

Kepada Reuters, diplomat kawakan ini mengaku perang yang diluncurkan Presiden Rusia Vladimir Putin mendorongnya untuk mundur.

Baca juga: Liga 1 Bursa TransferPemain Liga 1,Eks-Winger Arema Gabung Persebaya? Bajul Ijo Dijejali Wonderkid

"Saya pergi ke misi seperti Senin pagi lainnya dan saya meneruskan surat pengunduran diri saya dan saya keluar."

"Saya mulai membayangkan ini beberapa tahun yang lalu tetapi skala bencana ini mendorong saya untuk melakukannya," katanya.

Bondarev mengaku sudah beberapa kali menyampaikan keresahannya tentang invasi kepada staf senior kedutaan.

Namun, ia malah diminta untuk bungkam.

"Saya diberitahu untuk tutup mulut untuk menghindari konsekuensi," kata dia.

Sebelumnya, ia mengumumkan pengunduran dirinya di LinkedIn.

"Saya belajar untuk menjadi diplomat dan telah menjadi diplomat selama dua puluh tahun," tulis Bondarev.

Baca juga: Liga 1 Bursa TransferPemain Liga 1,Eks-Winger Arema Gabung Persebaya? Bajul Ijo Dijejali Wonderkid

Baca juga: Istri Muda Cantik Putin Berani Tampil di Depan Publik, Tegaskan Dukung Kemenangan Rusia di Ukraina

"Kementerian (luar negeri Rusia) telah menjadi rumah dan keluarga saya. Tapi saya tidak bisa lagi berbagi dalam aib yang berdarah, dungu dan sama sekali tidak perlu ini."

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved