Penyakit Mulut Kuku Ternak

Epidemiolog NTT Nilai Tepat Kebijakan Penanganan PMK Oleh Pemerintah

Upaya pencegahan oleh pemerintah saat ini sudah sangat tepat mengingat penularan PMK bisa melalui kontak langsung bahkan melalui udara.

Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM/HO-BBPP KUPANG
Mentan SYL meninjau Posko dan Peternakan di Gresik, untuk memastikan penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) ternak terkendali dan optimal. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Epidemiolog dari Nusa Tenggara Timur (NTT), Ewaldus Wera mengapresiasi upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menangani penularan dan pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK). Salah satunya dengan mengatur lalu lintas ternak dari satu daerah ke daerah lainya.

Menurut Ewaldus, upaya pencegahan oleh pemerintah saat ini sudah sangat tepat mengingat penularan PMK bisa melalui kontak langsung bahkan melalui udara.

"Pemerintah telah melakukan tupoksinya dengan baik. Pengawasan lalulintas ternak dari dan ke daerah tertular sudah dilakukan dengan baik. Namun tugas pengawasan ini perlu dukungan dan partisipasi dari masyarakat juga," ujar Doktor bidang Epidemiologi dan Ekonomi Veteriner Wageningen University ini, Selasa 24 Mei 2022.

Meski demikian, Ewaldus berharap pemerintah segera menyelesaikan pembuatan vaksin dalam negeri untuk mengurangi resiko penularan yang lebih besar. Adapun vaksin yang ada nanti harus yang sesuai dengan serotipe wabah.

"Saya sangat setuju kalau vaksin yang digunakan merupakan vaksin hasil produksi dalam negeri," katanya.

Baca juga: Cegah Wabah PMK, Balai Karantina Bakal Periksa Produk dari Pelabuhan Hingga Mall

Baca juga: Waspada PMK Jelang Idul Adha, DPR Soroti Proses Karantina Hewan

Disisi lain, Ewaldus menghargai upaya para peternak dalam memperkuat imun tubuh hewan melalui racikan kunyit, madu dan bahan alami lainya.

Menurutnya, racikan semacam itu bisa jadi menambah daya tahan imun tubuh hewan, sehingga sistem organ tubuhnya mampu melawan virus yang ada didalam tubuh.

"Tapi itu hanya mengobati infeksi sekunder, bukan mengurangi jumlah virus yang menginfeksi ternak. Jika ada yang sembuh, bukan berarti sembuh dari PMK. Itu hanya sembuh lukanya saja. Sedangkan virusnya mungkin masih ada potensi menyebarkan virus ke ternak lain yang masih sehat," ujarnya.

Meski demikian, Ewaldus meminta pemerintah menekan penyebaran penularan melalui pengetatan lalu lintas ternak terutama daerah tertular, jangan sampai masuk ke daerah yang masih bebas.

“NTT adalah salah satu daerah ternak dan masih bebas, kami berharap pemerintah melakukan penguatan terhadap pengawasan ini,” pinta Ewaldus. (*)

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved