Berita Lembata Hari Ini
Kementrian Agama Gelar Pembinaan Pengembangan Karakter Anak di Lembata
Menurut Romo Philipus, Uskup Larantuka sudah melontarkan gagasan persiapan generasi baru pada 20 tahun ke depan
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Edi Hayong
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo
POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Kementerian Agama Kabupaten Lembata melalui kemitraannya dengan SMPN 4 Nubatukan menggelar pembinaan iman dan mental peserta didik melalui program yang disebut Pembinaan Siswa Katolik Pada Sekolah Umum Tingkat Dasar di Aula Hotel Anisa, Lewoleba, Senin, 23 Mei 2022.
Kegiatan pembinaan dengan tema, 'Pengaruh Media Online Terhadap Perkembangan Iman Remaja Katolik di Tengah Pandemi Covid-19' ini melibatkan sebanyak 292 siswa.
Romo Deken Lembata, Romo Philipus Sinyo da Gomez, Pr mengucapkan berterima kasih kepada Kementerian Agama yang telah menyelenggarakan kegiatan pembinaan iman tersebut.
"Kegiatan ini sangat terarah dan sesuai dengan visi pastoral Keuskupan Larantuka," kata Romo Sinyo.
Menurut Romo Philipus, Uskup Larantuka sudah melontarkan gagasan persiapan generasi baru pada 20 tahun ke depan.
Baca juga: Gubernur NTT Lantik Penjabat Bupati Flores Timur dan Lembata
Gereja, kata dia, melihat perkembangan dunia yang semakin maju membawa dampak yang sangat besar bagi perkembangan anak-anak.
Oleh sebab itu, generasi mendatang perlu disiapkan secara terencana. Jadi kegiatan pembinaan ini merupakan salah satu harapan gereja.
"Jadi kita semua punya tanggungjawab untuk siapkan generasi muda ini," ungkapnya.
Dia menyoroti dampak buruk dari penggunaan media sosial. Salah satunya ialah kurangnya perjumpaan pribadi secara langsung.
Media sosial, lanjutnya, tanpa disadari juga membuat orang kecanduan. Orang bisa habiskan waktu berjam-jam hanya berselancar di dunia maya.
Baca juga: HUT Ke-25, IKA Lembata Gelar Lomba Pidato Bahasa Inggris dan Indonesia
Akhirnya waktu belajar diabaikan. Waktu sembahyang dan misa diabaikan. Karena berjam-jam ada di depan layar media online.
Kecanduan untuk berselancar di dunia maya membuat orang kehilangan bersosialisasi.
Contasia Karmelitas, Kepala Seksi Pendidikan Katolik, Kantor Kementerian Agama Lembata, menyampaikan bahwa Dirjen Binmas Katolik telah mengalokasi dana untuk pendampingan karakter siswa.
Menurut dia, anak-anak tidak bisa hanya dibekali dengan kemampuan kognitifnya saja, tapi perlu juga pengembangan kapasitas karakternya juga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pembinaan-iman.jpg)