Berita Sumba Timur Hari Ini
KSAD Jenderal Dudung Abdurachman Dinobatkan Sebagai Tokoh Adat Sumba Timur
kita abang adik atau kakak adik. Sehingga dengannya, apa yang menjadi berat atau masalah di sini menjadi masalah bapak,
Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong
POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman dinobatkan sebagai tokoh adat Lewa, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.
Penobatan jenderal Dudung sebagai tokoh adat atau bangsawan Lewa Sumba Timur dilakukan saat kunjungan sosial ke Sumba Timur, Jumat 20 Mei 2022.
Kunjungan sosial itu dilakukan untuk menyerahkan rumah bantuan Kepedulian KSAD bagi Danga Wotung (96) seorang nenek sebatang kara di Kecamatan Lewa, dukungan sumur bor bagi masyarakat dan bantuan bagi pembangunan gereja.
Baca juga: LABRAK Pemuda Semau Bersama Mister Teen dan Miss Teenager
Jenderal kelahiran Bandung 19 November 1965 itu dinobatkan sebagai tokoh adat atau bangsawan Lewa Sumba Timur dengan gelar Umbu Dudung Maramba Jawa.
Pemberian gelar tokoh adat itu dilaksanakan dalam ritual adat yang berlangsung di Kampung Uma Paohi, Desa Persiapan Pindu Wangga Wundut.
Ritual pemberian gelar dan penobatan itu yang berlangsung sekira 25 menit lamanya itu dilakukan oleh para tetua adat yang dipimpin Maramba Meha dan wunang Matius Nggau Behar.
Baca juga: Simplexius Asa Buka Workshop Penyusunan Modul Mata Kuliah Anti Korupsi
Pada kesempatan itu, Bupati Sumba Timur, Drs. Khristofel Praing bertindak untuk menerjemahkan tutur adat oleh para tetua sebelum para tetua menyerahkan kain adat hinggi kombu kepada sang jenderal.
Usai ritual, Jenderal Dudung Abdurrahman yang dipanggil dengan sebutan Umbu Dudung Maramba Jawa itu kemudian dipakaikan pakaian adat Sumba Timur oleh Fidelis Tasman Amat, owner galeri Lukamba Nduma Luri.
Bupati Khristofel Praing menyebut, penghargaan yang tinggi disampaikan oleh masyarakat kepada Jenderal Dudung yang telah mengunjungi masyarakat di desa itu. Penobatan tersebut menandakan bahwa Jenderal Dudung menjadi bagian dari keluarga masyarakat di wilayah Lewa dan Sumba Timur.
"Kain ini melambangkan bahwa kita bersaudara, kita abang adik atau kakak adik. Sehingga dengannya, apa yang menjadi berat atau masalah di sini menjadi masalah bapak, dan apa yang jadi masalah bapak jadi masalah kita bersama" ujar Bupati Khristofel Praing.
Baca juga: Julie Laiskodat Siap Baadu Kekayaan Alam Budaya NTT Dengan Wilayah Lain di Indonesia
Sementara itu, tokoh masyarakat setempat Gidion Mbilijora dalam sambutannya menyebut bahwa penobatan Jenderal Dudung Abdurrahman menjadi tokoh adat Lewa Sumba Timur dengan gelar Umbu Maramba Jawa menjadi kehormatan dan kebanggaan bagi masyarakat.
Mantan Bupati Sumba Timur itu menyebut dengan penobatan tersebut maka Jenderal Dudung Abdurrahman menjadi kakak sulung masyarakat Lewa Sumba Timur.
"Umbu Dudung Abdurachman, ini bagi kami sebuah kehormatan dan kebanggaan yang luar biasa. Izinkan kami menganggap Umbu Jenderal sebagai saudara sulung kami di Pindu Wundut dan Lewa," ujar Gidion Mbilijora.
Gidion bahkan pada kesempatan itu menyebut bahwa seluruh masyarakat mendoakan karir cemerlang bagi Jenderal Dudung Abdurrahman. "Kami doakan untuk sukses dalam karir dan doakan jadi panglima," ujar dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ppenganugerahan-gelar-dan-penobatan-menjadi-umbu-maramba-jawa.jpg)