Berita Sumba Barat Hari Ini

Dinas Pertanian Sumbar Pastikan Penyemprotan Belalang Kembara di Malam Hari

Penyemprotan tidak dapat dilakukan pada siang hari karena belalang terbang tinggi dan terus berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya

Penulis: Petrus Piter | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER
Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumba Barat, Weru Radi K.Ora, S.P  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM Petrus Piter

POS-KUPANG.COM, WAIKABUBAK---Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumba Barat, Weru Radi K.Ora, S.P di ruang kerjanya, Rabu 18 Mei 2022, mengatakan, semenjak awal Mei 2022, hama belalang mulai menyerang tanaman petani di wilayah Kecamatan  Loli seperti di Desa Dokaka.

Dan mulai pekan lalu, hama belalang bergeser menyerang areal persawahan di sekitar wilayah Kecamatan Kota Waikabubak, Sumba Barat. Dan hingga pagi ini, Rabu 18 Mei 2022, hama belalang menyerang tanaman petani di wilayah Kelurahan Weekarou termasuk di kompleks pusat perkantoran pemerintahan  Kabupaten Sumba Barat.

Ia mengaku bersama tim brigade hanya dapat melakukan penyemprotan pada malam hari dengan terlebih dahulu memastikan lokasi hama belalang singgah dan bermalam.

Penyemprotan tidak dapat dilakukan pada siang hari karena belalang terbang tinggi dan terus berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya.

Ia menyebutkan  dampak serangan hama belalang di Desa Dokaka, Kecamatan Loli, Sumba Barat menyebabkan tanaman padi yang belum tua pada beberapa petak  sawah habis dimakan belalang.

Untuk mempercepat proses panen padi milik petani di wilayah itu maka pemerintah menurunkan mesin pemotong padi sehingga petani memanen lebih cepat. Dengan demikian, tanaman padi milik petani tersebut selamat.

Ia menyebutkan telah mendapat bantuan obat dari Dinas Pertanian Provinsi NTT berupa Sidaba sebanyak 200 liter dan Beta 100 liter.

Dengan obat tersebut pihaknya melakukan penyemprotan pengendalian hama belalang mulai Kecamatan Loli dan sekarang di wilayah Kecamatan Kota Waikabubak.

Kendala yang dihadapi adalah sulitnya melakukan penyeprotan pada siang hari karena belalang terbang tinggi.

Selain itu, pihaknya juga meminta partisipasi aktif masyarakat seperti membantu menyediakan air untuk penyemprotan hama belalang.

Sebab pengalaman selama ini, terkadang ada masyarakat datang hanya menonton saja. Padahal lokasi penyemprotan hama belalang cukup jauh dari lokasi mata air.

Untuk mendukung kelancaran penyemprotan hama belalang, pihaknya menugaskan semua staf Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumba Barat memantau dan memastikan lokasi hinggap belalang sehingga memudahkan tim turun melakukan penyemprotan.(*)

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved