Liga Italia

Keyakinan Simone Inzaghi Bisa Bikin AC Milan Sakit Hati dan Kisah Tragedi Juventus di Renato Curi

Keyakinan Simone Inzaghi Bisa Bikin AC Milan Sakit Hati dan Kisah Tragedi Juventus di Renato Curi

Editor: Kanis Jehola
Kompas.com/AFP-ISABELLA BONOTTO
Ekspresi Simone Inzaghi pada laga pekan ke-24 Liga Italia yang mempertemukan Inter Milan vs AC Milan di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (6/2/2022). Inter Milan asuhan Simone Inzaghi takluk 1-2 dari AC Milan. 

POS-KUPANG.COM – Semasa menjadi pemain, Simone Inzaghi pernah mengalaminya sendiri sakit hati di pecan-pekan terakhir, persisnya di Serie A 1999-2000. Waktu itu, Simone Inzaghi mengantar Lazio menyabet scudetto seusai menyalip Juventus pada pekan pamungkas Liga Italia.

Lazio asuhan Sven Goran Eriksson menuju pekan ke-34 (Serie A 1999-2000 masih diikuti 18 tim) dengan bekal 69 poin, selisih dua angka dari sang pemuncak Juventus.

Jadwal pekan terakhir mempertemukan Lazio versus Reggina, sementara Juventus mesti bertandang ke Renato Curi, markas Perugia.

Lazio tanpa kesulitan menekuk Reggina 3-0 dengan Simone Inzaghi muncul sebagai pembuka pesta gol timnya di Olimpico.

Di Renato Curi, tragedi terjadi. Arena laga diguyur hujan lebat. Wasit legendaris yang memimpin pertandingan, Pierluigi Collina, sampai menunda babak kedua selama 82 menit karena lapangan Renato Curi berubah menjadi seperti kolam renang lantaran tergenang air!

Saat laga babak kedua Perugia vs Juventus diputuskan dimulai, skor masih menunjukkan angka 0-0.

Namun, memasuki menit keempat interval kedua, Alessandro Calori memicu petaka Juventus. Calori mencetak gol dan Juventus asuhan Carlo Ancelotti kesulitan mengembangkan permainan di permukaan lapangan Renato Curi yang masih tergenang air hujan. Tragedi buat Juventus, raihan trofi untuk Lazio. Laga di Renato Curi berkesudahan 1-0 untuk kemenangan Perugia.

Baca juga: Simone Inzaghi Isyaratkan Timnya Inter Milan Bisa Bikin AC Milan Sakit Hati

Juventus pun mesti merelakan gelar juara Liga Italia 1999-2000 ke tangan Lazio yang tentu mesti menunggu lebih dari sejam untuk mengetahui hasil akhir sang rival.

Kisah tragedi Juventus di Renato Curi itulah yang menjadi landasan keyakinan Simone Inzaghi dalam kapasitasnya kini sebagai pelatih Inter Milan.

Simone Inzaghi menyebut Sassuolo bisa saja mengejutkan AC Milan, layaknya pada duel pertama, di mana mereka membawa pulang kemenangan 3-1 dari San Siro.

Lautaro Martinez (kiri) mencetak gol dalam pertandingan Cagliari vs Inter Milan pada lanjutan pekan ke-37 Liga Italia 2021-2022 di Sardegna Arena, Senin (16/5/2022) dini hari WIB.
Lautaro Martinez (kiri) mencetak gol dalam pertandingan Cagliari vs Inter Milan pada lanjutan pekan ke-37 Liga Italia 2021-2022 di Sardegna Arena, Senin (16/5/2022) dini hari WIB. (Kompas.com/ALBERTO PIZZOLI)

“Sassuolo adalah tim yang sangat bagus, mereka punya banyak individu bertalenta. Saya memperkirakan akhiran yang sangat terbuka untuk scudetto, posisi zona Eropa, dan degradasi. Sekarang kami di sini, kami harus habis-habisan,” tutur Inzaghi.

Sang pelatih Inter Milan yakin timnya mampu memberikan sakit hati hebat buat AC Milan yang kini hanya butuh tambahan satu poin untuk mengunci status kampiun Serie A.

“Tentu, kami tertinggal, jadi kami butuh kemenangan dan mereka kalah. Itu pernah terjadi sebelumnya. Saya juara bersama Lazio ketika kami dua poin tertinggal dan Juventus kalah dari Perugia. Jadi, itu bisa terjadi lagi.”

Pelatih Inter Milan, Simone Inzaghi, paham betul rasanya juara pada pekan terakhir Serie A. Inter Milan siap memberikan sakit hati hebat buat AC Milan.

Baca juga: Petuah Kobe Bryant dan Pelukan Zlatan Ibrahimovic Jadi Bekal AC Milan Memburu Scudetto

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved