Jumat, 10 April 2026

Berita Kota Kupang Hari Ini

Pemerintah Bangun 17 Unit Ruangan Baru di SMAN 7 Kupang

Dana pembongkaran gedung  mulai atap, kap, kosen, hingga dasar lantai sekolah menjadi tanggung jawab sekolah.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/CHRISTIN MALEHERE
Kepsek SMAN 7 Kupang, Wemvrid Metusalak Boimau, S.Pd.,M.Hum, menunjukkan lokasi pembangunan 17 ruangan baru.  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Christin Malehere

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR membangun konstruksi dan  rehab gedung sekolah di wilayah Kota Kupang.

Salah satunya di SMAN 7 Kupang yang terletak di wilayah Tofa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

SMAN 7 Kupang mendapatkan kuota sebanyak 17 ruangan terdiri dari 16 ruang kelas dan satu ruangan laboratorium biologi.

Pantauan POS-KUPANG.COM, tumpukan material pasir, batu, semen, kayu berada di lokasi pembangunan belasan ruangan sekolah.

Tampak juga sebuah excavator yang digunakan untuk membantu pembongkaran gedung lama, serta ada juga beberapa pekerja bangunan di lokasi pembangunan gedung sekolah.

Baca juga: Gilang Ramadhan Sebut Ende Pantas Disebut Kota Rahimnya Pancasila

Sedangkan empat ruangan yang tidak dibongkar sudah terisi penuh dengan semua meja dan bangku dari belasan ruangan yang telah dibongkar tersebut.

Demikian pula ruangan perkantoran SMAN 7 Kupang tampak sepi, hanya beberapa pegawai di dalam ruangan Tata Usaha dan beberapa petugas keamanan di bagian depan sekolah.

Kepada POS-KUPANG.COM, Jumat 13 Mei 2022, Kepsek SMAN 7 Kupang, Wemvrid Metusalak Boimau, S.Pd.,M.Hum. mengatakan pelaksanaan pembangunan 17 ruangan dimulai pada akhir April 2022 lalu setelah mendapatkan perhitungan aset oleh Dinas Pendapatan dan Aset Daerah Provinsi NTT.

"Kami telah mengajukan perhitungan nilai aset sejak tahun 2021, akan tetapi baru menerima hasil perhitungan aset terkait pemutihan pada Tahun 2022, sehingga waktu pelaksanaan yang seharusnya pada Februari 2022, tapi pelaksana pekerjaan mengundurkan waktu pelaksanaannya pada akhir Bulan April 2022," jelas Wemvrid.

Baca juga: Disdikbud NTT Gelar Apel Hardiknas, Pamer Sejumlah Bakat Pelajar

Pembangunan belasan ruangan kelas dan laboratorium tersebut membutuhkan waktu selama tujuh bulan lamanya, serta akan selesai pada akhir November 2022 mendatang.

Sebelum memulai pembangunan, pihak sekolah membongkar gedung lama kemudian mengamankan bahan material yang masih dalam kondisi baik kemudian dijual sesuai nilai hasil perhitungan aset.

Hasil penjualan material dari gedung ruangan lama tersebut akan disetor ke kas daerah.

Dana pembongkaran gedung  mulai atap, kap, kosen, hingga dasar lantai sekolah menjadi tanggung jawab sekolah.

Sedangkan pelaksanaan pembangunan gedung ditanggung oleh Kementerian PUPR sehingga pihak sekolah hanya siap menerima kunci setelah gedung selesai pembangunan siap digunakan.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved