Rabu, 22 April 2026

Perang Rusia Ukraina

AS Terlambat Bantu Senjata, Dampaknya Ribuan Nyawa Tak Dapat Diselamatkan

Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba, Rabu (11/5/2022) menyesalkan keterlambatan bantuan persenjataan dari Amerika Serikat (AS).

Editor: Ferry Ndoen
Layanan Pers Administrasi Sipil-Militer Kota Popasna/Handout via REUTERS
Pemandangan menunjukkan sebuah bangunan tempat tinggal, yang menurut pejabat lokal Ukraina dirusak oleh penembakan, di kota Vrubivka, di wilayah Luhansk, Ukraina, dalam gambar selebaran yang dirilis 17 Februari 2022. Layanan Pers Kepolisian Nasional Ukraina di Wilayah Luhansk/Handout melalui REUTERS 

POS-KUPANG.COM - Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba, Rabu (11/5/2022) menyesalkan keterlambatan bantuan persenjataan dari Amerika Serikat (AS).

Dia dengan santai menyatakan hal itu saat menengadah ke langit melalui asap cerutunya sendiri saat sirene serangan udara berbunyi di seluruh ibu kota Kiev.

“Ini hanya menunjukkan kedalaman dari semua kebencian mereka terhadap kami,” katanya, sambil mengisap Toscano Itali di halaman Kementerian Luar Negeri saat penjaga bersenjata berpatroli.

Kuleba yang berwajah babyface, dalam usia 41 tahun menjadi menteri luar negeri termuda Ukraina dan telah menjabat selama lebih dari dua tahun.

Tapi dia dengan cepat mendapatkan kepercayaan dari Presiden Volodymyr Zelenskyy dan ketenaran di antara rekan-rekan untuk diplomasi dan koordinasi di Eropa dan Amerika Serikat.

“Sebenarnya kami menang, kami memenangkan pertempuran untuk Kiev, ”kata Kuleba.

Baca juga: Invasi Rusia 24 Februari 2022, 4,8 Juta Warga Ukraina Kehilangan Pekerjaan

dia menunjukkan lebih sedikit kegembiraan daripada frustrasi yang tersisa.

“Kami tidak sebodoh yang Anda kira, karena pasukan kami membuktikan mereka cukup efisien," klaimnya.

Dengan efisiensi itu, tambahnya, akhirnya mendapat kepercayaan dari Amerika Serikat.

Tapi Kuleba menjelaskan dia jika Amerika Serikat dan sekutu Barat lainnya hanya lebih mempercayai Kiev.

Dimana, menyediakan senjata yang diminta Kiev pada bulan-bulan sebelum invasi Rusia, sehingga ribuan nyawa mungkin dapat diselamatkan.

“Mitra kami enggan,” kata Kuleba.

Dia berulang kali diberitahu oleh rekan-rekan Baratnya sebelum Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan serangan skala penuh di negaranya akan memakan waktu berminggu-minggu, jika tidak berbulan-bulan.

Kuleba menjelaskan saat itu, seharusnya tentara Ukraina mendapat banyak senjata yang lebih canggih seperti sistem pertahana udara.

Seorang pejabat senior administrasi menolak komentar Kuleba, mencatat jauh sebelum invasi Rusia, Amerika Serikat memberikan bantuan sebanyak mungkin yang dapat mereka gunakan segera.

Foto dari video yang dirilis Kementerian Pertahanan Rusia pada Jumat 4 Februari 2022 menunjukkan sejumlah kendaraan peluncur roket menembak dalam latihan militer bersama Belarus dan Rusia di Brestsky.
Foto dari video yang dirilis Kementerian Pertahanan Rusia pada Jumat 4 Februari 2022 menunjukkan sejumlah kendaraan peluncur roket menembak dalam latihan militer bersama Belarus dan Rusia di Brestsky. (KEMENTERIAN PERTAHANAN RUSIA via AP)

Baca juga: Progres Stimulan Rumah Dampak Bencana Seroja di Kota Kupang Tuai Apresiasi

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved