Berita Rote Ndao Hari Ini

Kodim 1627/Rote Ndao Sulap Batu Jadi Pasir, Ini Lapangan Bola Volinya

Lapangan Bola Voli Asrama Kodim 1627/Rote Ndao awalnya dipenuhi batu karang disulap menjadi lapangan yang

Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM / Mario Giovani Teti
Lapangan Bola Voli Asrama Kodim 1627/Rote Ndao yang awalnya dipenuhi batu karang, direkayasa menyerupai Lapangan Bola Voli Pantai. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti

POS-KUPANG.COM, ROTE NDAO - Lapangan Bola Voli Asrama Kodim 1627/Rote Ndao awalnya dipenuhi batu karang disulap menjadi lapangan yang diisi oleh pasir laut.

Kreatifitas yang ditunjukan oleh Komandan Distrik Militer (Dandim) 1627/Rote Ndao, Letkol (Inf) Bayu Panji Bangsawan memberikan nuansa tersendiri, serasa sedang berada di pantai yang berhasil direkayasa.

"Waktu pertama kali sampai di sini, suasana sepi sekali. Apalagi sudah mulai malam. Semua pada sibuk pegang HP (Handphone) masing-masing," ungkap Komandan Distrik Militer (Dandim) 1627/Rote Ndao, Letkol (Inf) Bayu Panji Bangsawan, kepada POS-KUPANG.COM, Kamis, 12 Mei 2022 .

Ia mengakui, memang dari letaknya, asrama tersebut berada sangat jauh dari pesisir pantai. Tetapi melalui ide kreaktifnya, lokasi yang sebelumnya penuh dengan bebatuan tajam ini, kini disulap menjadi sarana yang begitu ramah lingkungan, terlebih kepada anak-anak.

"Orang dewasa pun bisa mengaksesnya. Kami buat lapangan ini jadi baik dan terbuka untuk umum. Siapa saja boleh mampir, untuk mengasah keahlian yang dimiliki. Apalagi di pagi dan sore hari, pasti lebih seru sambil menikmati nuansa pantainya," jelas Dandim Bayu

Menurutnya, tempat atau lapangan voli ini, awalnya banyak batu-batu. Sangat berbahaya bagi anak-anak kalau jatuh. Dikatakannya, apalagi anak-anak bermain pasti saling kejar-kejaran. Makanya, waktu itu, ada dua alternatif yang sempat dipikirkan.

Alternatif pertama, disebutkannya adalah berniat membangun lapangan voli berlantai semen. Tetapi ada pertimbangan lainnya sehingga niat tersebut kembali diurungkan.

"Kalau bangun lapangan lantai semen, rawan juga untuk anak-anak. Makanya saya minta anggota untuk kami sama-sama angkat batu-batu. Biar tidak mengganggu," ungkapnya, sambil menunjuk ke arah batu yang sudah dipindahkan.

"Tuh batu-batunya di sana. Banyak sekali dan berbahaya. Tapi alhamdulilah, sekarang sudah tidak lagi. Anak-anak akan bermain aman, bahkan untuk jatuh juga tidak apa-apa," sambungnya.

Dandim juga mengisahkan tempat tersebut dahulu merupakan lapangan voli. Terdapat dua tiang net yang sudah tertancap, hanya saja belum disentuh pembangunan, sehingga tidak seperti sebuah lapangan pada umumnya.

Di mana, lapangan tersebut berada di tengah-tengah asrama Kodim 1627/Rote Ndao. Yang semua asrama sudah ditempati dengan jumlah bangunan sebanyak 29 unit. Dan bangunan tersebut dibangun secara bertahap, yakni tahun 2013 dan tahun 2016.

"Setelah kami angkat batu-batunya, kemudian kami taruh pasir. Banyak sekali pasirnya, dalamnya sekitar 50 cm. Sekitar 35 ret pasir yang dibawa ke sini," jelas Dandim Bayu.

Diterangkannya, lapangan voli pantai tidak selamanya harus berada atau dibuat dipantai. Tinggal suasanya saja yang direkayasa, dibuat seolah-olah sedang berada di pantai.

"Setelah ini kan sudah aman. Anak-anak sudah punya tempat bermain yang lebih nyaman, karena perlu lagi pengawasan dari orang tua. Bahkan, anak-anak senang sekali dan orang tua juga bisa manfaatkan untuk berolahraga," tutup Dandim Bayu. (Cr.10)

Lapangan Bola Voli Asrama Kodim 1627/Rote Ndao yang awalnya dipenuhi batu karang, direkayasa menyerupai Lapangan Bola Voli Pantai.
Lapangan Bola Voli Asrama Kodim 1627/Rote Ndao yang awalnya dipenuhi batu karang, direkayasa menyerupai Lapangan Bola Voli Pantai. (POS-KUPANG.COM / Mario Giovani Teti)
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved