Berita Kupang Hari Ini

3 Bulan Masyarakat Palang Jalan Menuju Bendungan Tefmo-Manikin, Pemkab Belum Pernah Turun Mediasi

Jalan masuk ke lokasi proyek bendungan Manikin atau Tefmo sudah masuk 3 bulan dipalang masyarakat agar kendqraan proyek tidak bisa keluar masuk

Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/RYAN TAPEHEN
Jalan menuju lokasi bendungan Tefmo Manikin yang ditutup sementara oleh masyarakat agar hak ganti untung mereka diperhatikan. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Tapehen

POS-KUPANG.COM, OELAMASI - Jalan masuk ke lokasi proyek bendungan Manikin atau Tefmo sudah masuk 3 bulan dipalang masyarakat agar kendqraan proyek tidak bisa keluar masuk.

Alasannya uang ganti untung yang sudah dijanjikan selama tiga tahun oleh BSW II belum direalisasikan padahal pekerjaan bendungan terus berlanjut.

Salah satu tetua adat desa Bokong, Yohanis Manunel kepada POS-KUPANG.COM, Rabu 11 Mei 2022 Sore mengatakan sejak penutupan jalan itu belum.pernah sekalipun pemerintah atau BWS yang menjadi tujuan tuntutan mereka turun melakukan mediasi.

Padahal mereka berharap dengan penutupan jalan itu ada reaksi cepat pemerintah, namum karena tidak ada tanggapan mereka biarkan saja.

Dia mengaku jalan tersebut tidak sepenuhnya ditutup, hanya mereka tidak memperbolehkan kendaraan masuk melakukan pekerjaan didalam area bendungan.

"Kalau kendaraan keluar bisa, tapi kalau masuk bawa material atau mau kerja di dalam tentu kami akan periksa dan larang tidak masuk," ujarnya.

Baca juga: Perang Rusia vs Ukraina: Tentara Ukraina Serang Balik Pasukan Rusia Mampu Rebut Sungai Donets

Oleh karena itu dia meminta agar pemerintah juga bisa turun dan melihat serta bediskusi bersama mereka, sebab mereka juga sangat mendukung proyek bendungan tersebut.

Sejak 10 Februari mereka melakukan pemblokiran jalan pihak BWS kata dia seakan menutup mata bahkan beberapa alat berat juga sudah dibawa pulang oleh kontraktor karena tidak ada aktifitas disana.

"Kami sudah sepakat kalau pemerintah turun untuk buka, ganti untung yang dijanjikan itu hatus dijalankan," tegas Yohanis.

Selain itu salah satu RT di desa Bokong yakni RT 16 di RW 8 Dusun 5 dengan jumlah 62 KK rumah mereka berada di lokasi genangan.

Selain rumah-rumah ada juga bangunan gereja katolik dan pekuburan yang jumlahnya sekitar 175 yang belum dipindahkan bahkan dirinya juha belum tahun kemana mereka harus dipindahkan.

Baca juga: Menikmati Pensiun Tapi Ilmunya Masih Bermanfaat Bagi Pengembangan Infrastruktur PUPR di NTT

"Kami dulu pernah bicara agar sebelum pekerjaan selesai mereka dipindahkan ke lokasi aman namun sampai saat ini belum ada informasi itu kapan dan kemana mereka harus pindah," tambahnya.

Dia menambahkan pernah beberapa kali kepolisian dari sektor kupang tengah juga datang untuk membuka  jalan namun mereka tidak mau dan tidak memberikan kesempatan.

Beberapa waktu lalu juga Kapolres Kupang, AKBP FX Irwan Arianto pernah melakukan safari kambtibmas di gereja katolik yang berada di RT 16 yang lokasinya di dalam genangan bendungan.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved