Berita Sumba Barat Hari Ini

Cegah Penularan Virus ASF Pada Babi, Disnak Sumbar Gencar Sosialisasi

pihak Dinas Peternakan Sumbar juga menyarankan warga membersihkan kandang sampai benar-benar bersih

Penulis: Petrus Piter | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER
Kepala Dinas Peternakan Sumba Barat, drh. Hamadoku Wedo  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM, WAIKABUBAK - Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sumba Barat (Sumbar), drh. Hamadoku Wedo mengatakan  virus flu babi Afrika atau African swine fever virus (ASF) sudah muncul di Afrika sekitar 100 tahun lamanya. Namun sampai saat ini belum ditemukan obatnya.

Karena itu, untuk membatasi penularan virus flu babi afrika maka pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Sumba Barat menggandeng tokoh agama untuk mensosialisasikan tata cara pembatasan penularan virus flu babi Afrika melalui mimbar rumah ibadah seperti gereja.

Baca juga: Kodim 1603/Sikka Dan BIN Gandeng Pemda  Gelar Serbuan Vaksinasi Covid-19

Misalnya pada pesta adat budaya Sumba yang biasanya memotong hewan dalam hal ini seperti babi dalam jumlah banyak lalu dibagikan kepada semua keluarga, sahabat dan kenalan yang hadir pada acara itu. Untuk itu, pihaknya menyarankan agar semua daging babi diisi dalam kantong plastik  dan tidak boleh lagi menggunakan tali, lalu dibagikan kepada keluarga yang hadir.

Memang cara demikian,  sudah berlangsung  selama ini. Namun, pihaknya perlu mengingatkan terus karena masih ada sebagian keluarga menggunakan tali mengikat daging, lalu membagikan kepada anggota keluarga yang hadir pada acara pesta budaya itu. Cara demikian dapat memindahkan penularan virus ASF tersebut.

Baca juga: Venna Melinda pun Dibuat Kaget, Nama Panggung Lucinta Luna Rupanya Ada Hubungan Dengan Luna Maya

Selanjutnya, sesampai rumah, kepada anggota keluarga yang membawa daging tersebut langsung memasak (merebus) tanpa harus dicuci dahulu. Dan air rebus pertama itu sebaiknya dibuang dalam septic tank. Hal itu bertujuan mematikan virus itu. Setelah itu, baru diolah daging tersebut untuk konsumsi.

Selain itu, pihaknya juga menyarankan warga membersihkan kandang sampai benar-benar bersih termasuk mematikan pula kutu-kutu babi dalam bekas kandang babi itu. Sebab kutu tersebut juga menyebarkan virus ASF. Dan tidak memperkenankan orang lain masuk dalam areal kandang. Bila ingin masuk kandang maka orang tersebut harus steril dengan semprotan disinfektan dahulu dan lainnya.

Baca juga: Jangan Anggap Sepele Kaki Dingin Tanpa Sebab Disertai Kesemutan Bisa Jadi 4 Gejala Penyakit Ini

Dengan demikian, tidak dapat membahayakan keselamatan ternak babi itu.(*)

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved