Jumat, 10 April 2026

Berita Pendidikan Hari Ini

Ini Penjelasan Kepsek, Dua Peserta Ujian SMPN 10 Kupang Hilang Kabar

Dari 381 peserta ujian akhir sekolah pada SMPN 10 Kupang, tercatat dua orang peserta yang enggan melanjutkan pendidikan.Dua orang pelajar SMPN 10

Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/ CHRISTIN MALEHERE
Kepsek SMPN 10 Kupang, Johanis Rihi Wattimena, S.Pd. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Christin Malehere

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Dari 381 peserta ujian akhir sekolah pada SMPN 10 Kupang, tercatat dua orang peserta yang enggan melanjutkan pendidikan.
Dua orang pelajar SMPN 10 Kupang tersebut diketahui telah memilih jalan hidupnya sendiri dengan merasa nyaman mencari uang sendiri sehingga memberikan surat pernyataan tidak ingin melanjutkan pendidikan.

Sedangkan satu pelajar lainnya telah kembali ke kampung halamannya di wilayah Bena, Kabupaten TTS.
Demikian penjelasan Kepsek SMPN 10 Kupang, Johanis Rihi Wattimena, S.Pd. kepada POS-KUPANG.COM, Senin 9 Mei 2022.

Johanis mengatakan terhadap dua pelajar tersebut, pihak sekolah telah berusaha melakukan pendekatan dan komunikasi berupa mendatangi rumah dari dua pelajar itu, tapi informasinya sudah pindah alamat.

"Kami datang mencari dua pelajar itu di rumah tapi tetangga bilang sudah pindah, bahkan kami mencari sampai kampung halamannya, akan tetapi tidak mau kembali ke sekolah, bahkan membuat surat pernyataan menolak bersekolah," jelas Johanis.

Baca juga: Danlantamal VII Kupang Gelar Halal Bihalal Bersama Seluruh Personel Lantamal 

Hal berbeda dengan salah satu pelajar yang tinggal bersama orangtuanya di Surabaya, bahkan mengikuti sekolah online dari Surabaya.
Akan tetapi saat ujian akhir yang berlangsung secara tatap muka (offline), pelajar tersebut datang ke Kupang demi mengikuti ujian di sekolah. 

Terkait pelaksanaan ujian akhir sekolah sesuai edaran Dinas P dan K Kota Kupang, berlangsung serentak untuk semua sekolah SMP selama lima hari lamanya.

"Hari pertama ujian akhir sekolah untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Agama yang dimulai sejak pukul 07.30 wita hingga pukul 09.45 wita," tambah Johanis.
Dalam pelaksanaan ujian akhir sekolah, SMPN 10 Kupang menerapkan protokol kesehatan berupa peserta wajib memakai masker dan setiap ruangan ujian hanya 20 meja kursi bagi peserta.

"Kami menerapkan protokol kesehatan berupa peserta ujian wajib memakai masker, dan melakukan sterilisasi ruangan dan mengatur jarak meja kursi hanya untuk 20 peserta ujian," tambah Johanis.

Pihaknya berharap semua peserta dapat mengikuti ujian akhir sekolah sampai selesai sehingga dinyatakan lulus dan memperoleh ijazah agar dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. (CR14)

Kepsek SMPN 10 Kupang, Johanis Rihi Wattimena, S.Pd.
Kepsek SMPN 10 Kupang, Johanis Rihi Wattimena, S.Pd. (POS-KUPANG.COM/ CHRISTIN MALEHERE)
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved