Berita Timor Tengah Selatan Hari Ini

Tim Oekumene Rajawali dan PD Haleluya Family Atambua Gelar Seminar Soal Toleransi 

Pada momen yang sama dirinya tak lupa mengucapkan salam idul fitri bagi masyarakat yang merayakannya

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/ADRIANUS DINI
SEMINAR - Suasana kegiatan seminar bersama Dr. Bambang Noorsena, SH. MH di Aula Hotel Mahkota Plaza, Soe, Minggu 1 Mei 2022 

Laporan Reporter Pos-Kupang.com, Adrianus Dini  

POS-KUPANG.COM, SOE - Tim Oekumene Rajawali dan PD Haleluya Family Atambua menggelar seminar tentang pentingnya toleransi antar umat beragama. Dalam seminar ini tampil sebagai Pembicara, Dr. Bambang Noorsena, SH. MH dan kegiatan dipusatkan di Aula Hotel Mahkota Plaza Soe, Senin 2 Mei 2022.

Bambang menegaskan, materi yang ia bawakan diikuti oleh peserta yang nota bene beragama Kristen, dan hal penting yang tak lupa ia sampaikan pada momen berharga ini terkait toleransi umat beragama.

Dirinya juga sempat berdiskusi dengan Bupati Timor Tengah Selatan, Egusem Pieter Tahun seputar nilai-nilai kebangsaan. Karena itu momen seminar menjadi salah satu kesempatan untuk menonjolkan nilai-nilai kebangsaan tersebut.

Baca juga: Gejala Kolesterol Tinggi Pada Usia Muda, Mengantuk dan Mudah Lelah, Tanda Lainnya?

"Tema yang saya bawakan sebetulnya bertemakan nilai-nilai Kristiani yakni membuktikan nilai-nilai otentisitas Alkitab dan juga tentang ke-Tuhan-an Kristus dan Allah Tritunggal karena memang kegiatan ini bagi pendeta dan aktivis Gereja," jelas Bambang.

"Namun, nilai toleransi tetap perlu ditanamkan bagi seluruh peserta yang adalah warga negara Indonesia," ungkapnya.

Ia menambahkan, penjelasan materi di atas dimaksudkan agar peserta dapat menjawab setiap pertanyaan dari pihak mana saja yang ingin memahami maksud dari tema di atas agar penjelasannya memiliki dasar yang kokoh.

Baca juga: Ribuan Umat Muslim Padati Lapangan Berdikari-Mbay Tunaikan Sholat Id

Pada momen yang sama dirinya tak lupa mengucapkan salam idul fitri bagi masyarakat yang merayakannya.

"Sebagai warga negara Indonesia yang terkenal dengan toleransi antar umat beragama sejak ratusan tahun lalu dan termuat dalam warisan kebhinekaan kita saya mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin bagi saudara-saudara yang merayakannya. Semoga dengan semangat idul fitri, kembali ke fitra kita selalu mengokohkan spirit kebangsaan kita. NKRI tetap satu. Tidak ada NKRI tanpa pancasila dan wajah kita Bhineka Tunggal Ika. Biarpun kita berbeda-beda tetapi kita tetap satu dan sekalipun kita tidak sama tetapi kita harus bisa bersama-sama," ucapnya 

Sementara itu, Bupati Timor Tengah Selatan, Epy Tahun dalam sambutan saat membuka kegiatan ini mengucapkan rasa bangga dan terima kasih kepada Dr. Bambang Noorsena, SH. MH yang berkenan hadir dan menjadi pembicara secara langsung pada kegiatan seminar ini.

Baca juga: Ust. Abdul Malik: Hakekat Idul Fitri Bukan Memakai Pakaian Baru dan Menu Lezat

"Saya sebetulnya culik pak Bambang untuk turut dalam kegiatan ini. Saya selama ini hanya melihat beliau dari YouTube, televisi dan Media lain. Namun kehadiran beliau dari Malang, Jawa Timur untuk dapat bersama kita adalah sebuah kebanggaan tersendiri. Karena itu saya berterima kasih kepada pak Bambang atas kehadiran beliau bersama kita," ucapnya disambut tepuk tangan peserta kegiatan.

Selanjutnya Ketua panitia, Martha E. P Uruilal-Pello dalam laporannya menjelaskan kegiatan seminar ini dimaksudkan agar membekali para Hamba Tuhan untuk secara bersama-sama membumikan pulau Timor dengan kabar gembira Injil.

Aleks Uruilal selaku Penanggung jawab kegiatan seminar menerangkan, dipilihnya Dr. Bambang Noorsena, SH. MH sebagai pembicara dikarenakan beliau sangat memahami betul nilai-nilai alkitab dan juga nilai kebangsaan.

Baca juga: Ketua Sinode GMIT Minta Masyarakat Jaga Ketertiban

"Pak Bambang merupakan salah satu ahli sejarah Alkitab dan kekristenan," ucap Aleks.

"Kami juga ingin berterima kasih kepada pemerintah yang telah memberi Support terselenggaranya kegiatan ini. Secara khusus kami berterima kasih kepada pak bupati bersama ibu yang hadir dan memberikan dukungan materi dan moril," tutupnya.

Kegiatan seminar bertemakan Mensejahterakan Timor ditinjau dari sudut Pandang Alkitab ini berlangsung selama dua hari tanggal 2-3 Mei 2022.

Pembicara dalam seminar ini selain Dr. Bambang Noorsena, SH. MH juga Marthinus Liur, M.Th, CBC. Kegiatan ini dihadiri 268 peserta dari seluruh denominasi gereja antara lain, pendeta dan aktivis gereja. (Cr12)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved