Senin, 13 April 2026

Berita Sumba Timur Hari Ini

Bupati Khristofel: Pemimpin Jangan Hanya di Belakang Meja   

Pemimpin harus terjun langsung untuk melihat dan mengalami apa yang dialami masyarakat untuk dapat merumuskan kebijakan yang pro terhadap rakyat. 

Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG /RYAN NONG
Bupati dan Wakil Bupati, Khristofel Praing dan David Melo Wadu 

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Komitmen untuk hadir dan ada berada bersama masyarakat ditunjukkan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Sumba Timur, Drs. Christofel Praing dan David Melo Wadu melalui tindakan nyata. 

Bupati Drs. Charstofel Praing dan Wakil Bupati David Melo Wadu secara rutin hadir bersama masyarakat dalam agenda Musrenbang tingkat kecamatan yang berlangsung sejak 22 Februari 2022 hingga 21 Maret 2022. 

Pada acara pembukaan Musrenbang tingkat kecamatan yang berlangsung di Desa Mbatakapidu Kecamatan Kota Waingapu dan penutupan di Desa Maubokul, Kecamatan Pandawai, pasangan Christofel-David itu hadir bersama sama. Sementara pada rangkaian Musrenbang Kecamatan, Bupati Christofel Praing dan Wabup David Melo Wadu berbagi tugas di masing masing kecamatan. 

Sebelumnya, Bupati Christofel Praing dan Wabup David Melo Wadu juga turun langsung untuk melantik 99 kepala desa yang terpilih dalam pilkades serentak pada Desember 2021. 

Baca juga: Domu Warandoy Ikut Seleksi Sekda NTT, Bupati Christofel Praing Sebut Ini Kesempatan Emas 

Menurut Bupati Christofel Praing, pemimpin itu tidak duduk di belakang meja untuk membuat perencanaan. Pemimpin harus terjun langsung untuk melihat dan mengalami apa yang dialami masyarakat untuk dapat merumuskan kebijakan yang pro terhadap rakyat. 

"Pemimpin itu tidak hanya duduk di belakang meja dan membuat perencanaan. Pemimpin harus turun langsung untuk melihat sendiri kondisi masyarakat dan hadir bersama masyarakat," ujar Bupati Christofel Praing. 

Semangat untuk selalu "menjemput bola" dengan turun ke masyarakat juga diharapkan dapat dilakukan oleh para camat yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah daerah. 

Para camat di Kabupaten Sumba Timur diminta untuk lebih banyak menghabiskan waktu untuk bersama dan melihat langsung kondisi masyarakatnya. Hal tersebut dilakukan agar para camat dapat memastikan isu yang berkembang dan kebutuhan riil masyarakatnya di desa. 

Baca juga: Begini Reaksi Sandiaga Uno Digadang-gadang Sebagai Kandidat Kuat Cawapres

"Pak camat harus lebih banyak turun ke desa untuk memastikan isu isu di desa," demikian pesan Bupati Sumba Timur, Drs Christofel Praing kepada para camat saat pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Sumba Timur Tahun 2023 pada Selasa 12 April 2023 pagi. 

Menurut Bupati Christofel Praing, saat ini isu kemiskinan ekstrem, stunting dan gizi buruk masih menjadi momok dan wajah kusut Sumba Timur. Karena itu, para camat sebagai perpanjangan  tangan bupati harus dapat memastikan pengentasan kemiskinan dan upaya penurunan angka stunting serta gizi buruk. 

Karena itu, para camat yang telah mendeklarasikan penurunan tingkat kemiskinan dan angka stunting di wilayah masing masing bertanggung jawab untuk memastikan penurunan angka kemiskinan dan stunting masyarakat. 

Para camat dan kepala desa harus menerapkan pola kerja keras, cerdas dan tuntas untuk mencapai Sumba Timur yang sejahtera harmoni dan tertib. 

Pada kesempatan yang sama, Bupati Christofel Praing juga meminta seluruh jajaran untuk menghasilkan perencanaan yang terukur dan realistis dalam musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat kabupaten tahun 2023.

Baca juga: Perkebunan Pangan Papua Barat Mengancam Masyarakat Adat, TAPOL Memperingatkan

Bupati Khris Praing juga menekankan perencanaan yang terukur dan realistis harus didasarkan pada kebijakan strategi pembangunan Sumba Timur tahun 2023. Musrenbang tahun 2023, tegas dia, berbeda dari Musrenbang sebelumnya karena kali ini melibatkan anak untuk berpartisipasi dalam proses perencanaan.

"Kita menyaksikan di tingkat kecamatan anak anak menyampaikan aspirasi mereka, ini adalah sebuah kehormatan, karena kehadiran anak anak sebagai generasi penerus dan pemilik masa depan harus ditempatkan pada posisi yang benar," kata Bupati Christofel. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved