Ramadan 2022
Tak Ada Rumah Ibadah, Umat Islam Nanganumba Kabupatem Nagekeo Shalat Tarawih di Bawah Pohon Asam
Tak ada rumah ibadah, Umat Islam Nanganumba Kabupatem Nagekeo Shalat Tarawih di Bawah Pohon Asam, tak disangka begini reaksi Umat Katolik setempat
Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Adiana Ahmad
Tak Ada Rumah Ibadah, Umat Islam Nanganumba Kabupatem Nagekeo Shalat Tarawih di Bawah Pohon Asam
Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, ADIANA AHMAD
POS-KUPANG.COM, MBAY- Demi tetap menjalankan ibadah di Bulan Ramadhan seperti Sholat 5 Waktu Berjamaah dan Sholat Tarawih, Umat Islam di Nanganumba, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Provinsi NTT terpaksa sholat di bawah Pohon Asam.
Meski ibadah di bawah langit terbuka dengan penerangan seadanya tak mengurangi kekhusuan mereka beribadah.
Kondisi itu terekan saat Kunjungan Pondok Pesantren Al Ummah Al Islamiyyah Mbay dalam rangka Safari Ramadhan 1443 H di daerah itu, Ssabtu 24 April 2022.
Seorang Jemaah bernama Hasan Ninong mengungkapkan ibadah sholat berjemaah selama Bulan Ramadhan terpaksa dilakukan di bawah pohon karena di daerah itu belum ada mushola atau masjid.
Baca juga: Perbanyaklah Ibadah di Malam Akhir Bulan Ramadan, Ada Doa di Hari ke-26 Bisa Dibaca di Malam Ganjil
Hasan mengatakan Umat Islam di desa itu ada 15 kepala keluarga.
"Mohon maaf Ustadz, kita sholat dibawah pohon saja nii, karena kami belum punya musholah" ungkap Hasan.
Yang menarik, selama ibadah Sholat Maghrib, Isya dan Tarawih, Umat Islam dikawal Jemaat Gereja setempat.
Reaksi Umat Katolik Nanganumba
Pemuda Katolik dan beberapa tokoh Katolik di Desa Nanganumba memberikan reaksi tak terduga saat menyaksikan Umat Islam di daerah Sholat di bawah Pohon Asam.
Mereka mengaku prihatin dan langsung berinisiatif untuk menggelar urung rembuk menghadirkan Mushola atau Masjid daerah itu.
Baca juga: Doa Puasa Hari Ini Ramadan ke-25, Perbanyaklah 3 Amalan Sunnah di Penghujung Ramadhan, Apa Saja?
Ungkapan keprihatinan ini disampaikan oleh Salah satu Tokoh Katolik Nanganumba berna Ambros dan Sius Mining.
Ambros dan Sius Mining yang turut hadir dalam acara buka puasa bersama Tim Safari Ramadhan dari Pondok Pesantren Al Ummah Al Islamiyyah Mbay mengaku prihatin dengan kondisi Umat Islam di daerah itu.
"Kami prihatin dengan pelaksanaan ibadah ustadz mereka di bawah pohon asam ini, oleh karena itu mari kita duduk dan bahas dulu tentang proses pembangunan musholah" ajak Ambros