Rabu, 15 April 2026

Berita Kupang Hari Ini

Pemkab Kupang Gandeng Stakeholder dan TNI Polri Cegah Stunting

agar semua tingkatan baik dari Pemprov sampai ke desa perlu dibentuk tim percepatan penanganan stunting.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-PROKOPIM
Wakil Bupati Kupang bersama jajaran forkopimda dan kepala BKKBN NTT serta DCOP Program BISA- Nutrition Internasional saat kegiatan lokakarya di aula kantor Bupati Kupang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Tapehen

POS-KUPANG.COM, OELAMASI - Wabup Jerry Manafe meminta dukungan stakeholder terkait serta TNI dan Polri dalam penanganan stunting  sebab pemerintah idak bisa bekerja sendiri tanpa kerjasama tim.

Hal tersebut disampaikan wakil Bupati saat membuka lokakarya multi stakeholder tentang integrasi STRANAS dan RAN PASTI 2021-2024 dalam Perda/Perbub Kabupate Kupang, Rabu 27 April 2022.

kegiatan hari ini bertujuan untuk membentuk tim percepatan penurunan stunting di kabupaten Kupang dimana wakil bupati sebagai ketua pokja penurunan stunting kabupaten Kupang.

Dirinya menjelaskan bahwa tidak seperti tahun 2021, pada tahun ini, kabupaten Kupang mengalami kenaikan stunting, dengan demikian hal ini perlu diperhatikan secara bersama-sama penyebab naiknya angka stunting.

Baca juga: Perang Rusia vs Ukraina, Penyakit Mengancam Warga, Polio hingga Krisis Kesehatan

"BKKBN tidak mampu bekerja sendiri tanpa dukungan para stakeholder dan para TNI/Polri. Bagi Kadis Kesehatan beserta jajarannya dari dinas sampai ke Pustu harus terus berkolaborasi demi mencegah stunting," ujar Wabup Jerry.

Beliau juga mengapresiasi kerja TNI/Polri dalam hal ini Kapolres Kupang dan Dandim 1604 Kupang yang selalu memiliki kepedulian kepada masyarakat kabupaten Kupang. Dia berharap kolaborasi bersama TNI/Polri tetap selalu terjalin.

Dirinya mengingatkan agar mengundang para tokoh agama untuk membantu mensosialisasikan persoalan stunting dan anemia pada bumil dan remaja putri lewat rumah ibadah masing-masing.

Baca juga: Pekerja Indonesia Saat Perang Rusia vs Ukraina: Mencekam Sembunyi dalam Bunker, Begini Kondisinya

Kegiatan ini diikuti oleh DCOP Program BISA- Nutrition Internasional Donatus K. Marut beserta Tim, Kapolres Kupang AKBP FX Irwan Arianto, Dandim 1604/Kpg Letkol Inf. M. Iqbal Lubis, Kepala BKKBN Propinsi NTT Marianuas Mau Kuru, pimpinan OPD terkait Stunting, perwakilan Kemenag Kabupaten Kupang, perwakilan STIKES Maranatha, perwakilan ketua PKK kabupaten Kupang.

Lebih lanjut, DCOP Program BISA- Nutrition Internasional Donatus K. Marut dalam paparannya secara virtual mengatakan bahwa selama 2 tahun proyek BISA di kab. Kupang sudah menyelesaikan kegiatan peningkatan kapasitas untuk dinas kesehatan, pendidikan, puskesmas dan sekolah-sekolah.

Program BISA (Better Investment for Stunting Alleviation) merupakan kolaborasi antara Nutrition International dan Save The Children.

Baca juga: Unwira Kupang Gelar Konser Kemanusiaan untuk Korban Perang Ukraina

Menurut Marut, dari hasil pantauan tahun lalu, kunjungan pertama ibu hamil di puskesmas sampai Desember 2021 masih di angka 53 %.

Ini menjadi tantangan bersama dalam mencegah anemia pada ibu hamil. Dari data tersebut, kemungkinan besar ibu hamil yang anemia, sudah mengalami anemia sebelum kehamilan terjadi.

Karena itu intervensi sebelum hamil adalah hal yang penting. Terbukti dari kunjungan ke dua dan ke tiga angkanya semakin menurun hingga 15 %. Ini didukung oleh data cakupan ibu hamil. Tidak hanya anemia pada ibu hamil, tapi juga anemia pada remaja putri disekolah yang akan mempengaruhi prestasinya disekolah. 

Donatus Marut berharap, kiranya pertemuan hari ini bisa bermanfaat dengan memfokuskan kerja sama dengan Pemkab Kupang untuk program dan tindakan yang harus dilakukan demi mengurangi stunting.

Baca juga: Terbongkar, Siasat Jitu Mata-mata Amerika Serikat Bantu Ukraina Eksekusi 8 Jenderal Militer Rusia

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved