Berita Lembata Hari Ini

Pemkab Lembata Mulai Terapkan Aplikasi Simatneo, Ini Tujuannya

Aplikasi ini digunakan sebagai wadah penilaian dan kajian mandiri terkait  sistem layanan kesehatan ibu dan bayi

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/RICKO WAWO
PRAKTIK APLIKASI - Para tenaga kesehatan (nakes) sedang melakukan praktik pengelolaan aplikasi Simatneo dalam Lokakarya Orientasi Sistem Informasi Maternal Neonatal (Simatneo) di aula Hotel Palem Indah, Lewoleba, Kabupaten Lembata, Jumat 22 April 2022 

Laporan POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Masalah pendataan ibu dan bayi masih menjadi kendala penanganan kesehatan di Kabupaten Lembata. Sementara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengembangkan dan meluncurkan aplikasi SIMATNEO (sistem informasi maternal neonatal).

Aplikasi ini digunakan sebagai wadah penilaian dan kajian mandiri terkait  sistem layanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir oleh penyedia layanan kesehatan baik tingkat dasar maupun tingkat lanjut yaitu rumah sakit dan klinik bidan swasta. 

Program Momentum USAID sebagai mitra teknis Kementerian Kesehatan Indonesia secara serius melihat pentingnya penggunaan aplikasi SIMATNEO di Kabupaten Lembata sebagai salah satu wadah untuk mendukung proses penurunan angka kematian ibu dan bayi di 22 Kabupaten/ Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Baca juga: KKB Papua Lakukan Serangan i, Satu Prajuri Marinir Gugur Lagi, Mayor Marinir Juga Terluka

Juga untuk merespon target RPJMD Perubahan Provinsi NTT 2018 – 2023 yakni memastikan nol kasus kematian ibu dan bayi. 

Koordinator Program USAID Kabupaten Lembata, Fortunatus Nestor Tukan menyampaikan, lokakarya ini merupakan bagian integral dari upaya meningkatkan kualitas data pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Tujuannya untuk menghasilkan profil data yang lengkap, akurat dan terpercaya. Dengan demikian, akan memudahkan pengambilan keputusan yang benar-benar efektif dan efisien pada level ‘decision maker’.

Baca juga: Syahrini Lupa Hal Kecil Saat Unggah Potret Cantiknya, Istri Reino Barack Langsung Disorot Natizen

“Target kita ada penurunan AKI dan AKB masing-masing sebesar 30 persen dalam dua tahun ke depan,” tutur Nestor, dalam Lokakarya Orientasi Sistem Informasi Maternal Neonatal (Simatneo) di aula Hotel Palem Indah, Lewoleba, Kabupaten Lembata, Jumat, 22 April 2022. 

Dia memaparkan setidaknya lima alasan aplikasi tersebut penting untuk dimanfaatkan yakni, Pertama mendukung pemetaan data profil fasilitas kesehatan; Kedua, mempermudah pengambilan keputusan strategi, di antaranya kebijakan dan alokasi anggaran; Ketiga, mendukung perubahan cara kerja dari Paper Based menjadi Digital Based; Keempat,  membantu memetakan sistem rujukan; Kelima, memberi arah untuk kegiatan programatik kelembagaan. 

Pria yang akrab disapa Nestor itu berharap bersama mitra Pemda Lembata selama dua tahun ada penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi turun menjadi 30 persen. 

Baca juga: Lelang Lagu Milik Queen di Konser Amal Peduli Ukraina Hasilkan dana Rp 3 Juta

"Simatneo ini merupakan satu aplikasi yang lebih banyak memetakan kita punya profil, sarana prasarana, sumber daya manusia, sehingga data ini jadi landasan untuk memastikan kami punya intervensi Momentum programatik yang tepat sasaran," ujar salah satu alumnus Seminari San Dominggo Hokeng ini. 

Plt Kepala Dinas Kesehatan Lembata, Gabriel Bala Warat, menyampaikan terima kasih berlimpah pada Kemenkes yang telah menciptakan aplikasi tersebut dan kini bisa dimanfaatkan di Lembata. 

"Pertemuan ini adalah orang orang terpanggil yang peduli pada kesehatan masyarakat. Kita tidak boleh kendor karena kalian yang terpilih dari sekian banyak nakes. Maka harus ada komitmen bahwa kita bisa memastikan kesehatan ibu dan anak. Saya percaya kita bisa capaian ini," ujar Gabriel. 

Baca juga: Tim Gabungan Geledah Warga Binaan Rutan Kelas IIB SoE

Dia mengakui semua arah kebijakan dan alokasi anggaran perlu berbasis data yang baik untuk memastikan pengambilan keputusan yang tepat. 

"Data harus update dari waktu ke waktu," imbuhnya. 

Lokakarya Orientasi Sistem Informasi Maternal Neonatal (Simatneo) tersebut menghadirkan Fasilitator Simatneo RSUD TC Hillers Maumere, Margaretha Boga. 

Baca juga: Besok 4 Zodiak Rentan Sakit, Ramalan Zodiak Kesehatan 24 April 2022, Gemini Periksa Kesehatan

Para peserta dari RSUD Lewoleba, RSU St. Damian, RS Bukit Lewoleba, dan para bidan koordinator se-Kabupaten Lembata sangat antusias mempelajari aplikasi yang diluncurkan Kementerian Kesehatan RI itu.

Tampak hadir pula pada kesempatan ini, Direktur RSUD Lewoleba, drg. Yoseph F. Paun dan Direktris RSU Damian, Sr. dr. Felicitas Budiawati.(*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved