Breaking News

Berita NTT Hari Ini

Kementan Perkuat Kapasitas Insan Pertanian

membangun pertanian berbasis kawasan (Food Estate), terutama dengan pemanfaatan lahan tidur atau lahan yang kurang produktif.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/DOK BBPP
Kepala BPPSDMP Kementan Prof Dr. Ir. Dedy Nursyamsi , M.Agr 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluh dan Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) tak pernah berhenti memperkuat kapasitas insan pertanian.

Kali ini Kementan memperkuat kapasitas SDM penyuluh melalui pelatihan Integrated Farming Berbasis Jagung.

Pelatihan Integrated Farming di laksanakan di Kabupaten Belu dan di ikuti oleh 30 orang Penyuluh Pertanian Lapangan Kabupaten Belu sebanyak 30 orang.

Hadir dalam acara  pembukaam, Kepala dinas Pertanian dan Ketahanan pangan Kabupaten Belu beserta jajarannya dan juga di hadiri oleh Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang beserta jajarannya.

Pelatihan Integrated farming bagi penyuluh dilaksanakan selama 7 hari sejak tanggal 22 sampai dengan 28 April 2022 di Kabupaten Belu.

Baca juga: Jalan Frans Lebu Raya Diresmikan, Lusia Adinda Lebu Raya: Saya Yakin Bapak Sedang Tersenyum di Surga

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL mengatakan, penyuluh merupakan ujung tombak agar sektor pertanian berkembang ke arah yang maju, mandiri dan modern.

Oleh karenanya, apabila pertanian kita ingin terus meningkat, Mentan SYL menilai kapasitas insan pertanian, dalam hal ini penyuluh merupakan hal yang penting untuk terus ditingkatkan.

“Kata kuncinya adalah SDM. Apabila maju SDM kita, maka maju pula sektor pertanian kita. Kalau SDM pertanian kita mumpuni, maka pertanian yang maju, mandiri dan modern juga dapat kita capai,” kata Mentan SYL.

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi salam sambutan pembukaannya menerangkan, saat ini kita menghadapi kondisi yang tidak biasa-biasa saja.

Pandemi Covid-19 seakan-akan menjadi gerbang ke arah ketidakpastian.

Baca juga: Perang Rusia vs Ukraina: Khawatir Tak Bisa Kembali ke Rusia, Putin Larang Putrinya ke Luar Negeri

“Baru saja pandemi menunjukkan tanda-tanda akan berakhir, kita didera perubahan iklim dan dampak ikutan berupa permintaan produk yang melonjak, sementara ketersediaan masih terbatas akibat pandemi,” kata Dedi

Akibatnya, kata Dedi, harga bahan pangan melambung. Kondisi ini diperparah dengan perkembangan geopolitik baru-baru ini, di mana Rusia menginvasi Ukraina.

Berdasarkan data terbaru, inflasi Indonesia terkendali di angka 2,64 %, lebih rendah dibandingkan dengan Korea Selatan (4,1 %), Perancis (4,5 %), jauh lebih rendah dari Turki (61,14 %), dan Argentina (52,3 %).

“Keberhasilan tersebut tidak lepas dari koordinasi dan kolaborasi semua sektor, dalam menjaga kestabilan harga dan ketersediaan barang/jasa. Terutama sektor pangan, yang menjadi tulang punggung ketahanan negara,” paparnya.

Baca juga: Buka Festival Peluru Hawu, Walikota Jefri Riwu Kore Jadi Wasit Pertandingan Perdana

Dikatakan Dedi, pertanian akan selalu menjadi tumpuan pemenuhan berbagai kebutuhan masyarakat global.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Komentar

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved