Berita Belu Hari Ini
PKK Belu Canangkan 12 Desa Sehat
gizi ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, menggerakkan kembali kelompok Dasa Wisma yang selama ini tidak berjalan.
Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Teni Jenahas
POS KUPANG. COM, ATAMBUA -Tim Penggerak PKK Kabupaten Belu melakukan pencanangan Desa Sehat bagi 12 Desa yang ada di 12 Kecamatan se-Kabupaten Belu.
Kegiatan pencanangan berpusat di Halilulik, Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kamis 21 April 2022.
Pencanangan program inovasi PKK Kabupaten Belu ini bertepatan dengan Hari Kartini ke-144. Kegiatan tersebut dihadiri Sekda Belu, Johanes Andes Prihatin, SE, M.Si.
Ketua TP PKK Kabupaten Belu, Freny Sumantri Taolin dalam sambutannya mengatakan, Desa Sehat merupakan Program Inovasi dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Belu.
Konsep Desa Sehat yang dimaksudkan meliputi tiga hal utama yakni, Keluarga Sehat, Lingkungan Sehat dan Ekonomi Keluarga Sehat.
Baca juga: Perang Rusia va Ukraina: Senjata Rusia Berhasil Direbut, Ukraina Lakukan Serangan Balik
Desa Sehat merupakan sebuah gerakan untuk menciptakan atau mewujudkan sebuah desa dengan kondisi masyarakat yang memiliki pengetahuan tentang kesehatan, mampu menerapkan pola/budaya hidup sehat dan bersih baik jasmani maupun rohani.
Selain itu juga untuk mewujudkan lingkungan hidup yang sehat, bersih, rapi dengan mampu memanfaatkan segala potensi sumber daya alam yang ada untuk kelangsungan hidup keluarga dan juga sehat secara ekonomi.
Kata Freny, memang dalam mewujudkan Desa Sehat bukanlah hal yang mudah karena didalamnya terdapat berbagai aspek yang berperan mulai aspek sosial budaya, pendidikan, kebijakan daerah hingga kesadaran masyarakat desa untuk mau merubah pola pikir yang selama ini tidak sesuai dengan pola hidup bersih dan sehat.
Baca juga: Ucap Selamat Hari Kartini, Bupati Paulina: Perempuan Jangan Menyerah
Dalam konteks ini aspek pendidikan masyarakat perlu terus ditingkatkan melalui berbagai kegiatan sosialisasi, pendampingan sehingga ada kesadaran, pemahaman dan pengetahuan dasar yang dengan sendirinya akan mendorong perubahan perilaku hidup sehat di dalam keluarga sebagai unit terkecil dari sebuah masyarakat.
Menurut Freny, peran PKK dalam mewujudkan sebuah Desa Sehat adalah melakukan koordinasi lintas sektor, kerjasama pihak terkait, pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan bahan pangan lokal untuk pemenuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, menggerakkan kembali kelompok Dasa Wisma yang selama ini tidak berjalan.
Sementara tugas PKK sebagai penyuluh, motivator, fasilitator, perencana, pelaksana, pengendali, pembina dan pembimbing, melalui pemberdayaan kesejahteraan keluarga.
Sekda Belu, Johanes Andes Prihatin, SE, M.Si memberikan apresiasi atas inovasi gerakan Desa Sehat yang dilakukan oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Belu.
Baca juga: Presiden Rusia Punya Harta Superyacht Rp 9,4 Triliun Dilengkapi Helipad dan Penembak Drone
Menurut Sekda, inovasi ini sangat membantu pemerintah, khususnya dalam upaya menurunkan angka stunting, mengurangi Angka Kematian Ibu, Angka Kematian Balita serta permasalahan-permasalah lainnya yang ada di masyarakat.
"Tim Penggerak PKK, sebagai organisasi dengan struktur yang jelas dari tingkat pusat hingga ke Desa Wisma, memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam menyukseskan pelaksanaan program-program pemerintah", ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Freny-Sumantri-Taolin-dan-jajarannya-foto-bersama-dengan-Sekda-Belu.jpg)