Berita Maumere Hari Ini
Kisah Bento, Pilih Kerja di Bengkel, Bantu Adik-adiknya Sekolah
Di sebuah bengkel, di Desa Nita, ada seorang remaja berusia 19 tahun sedang menambal binen motor yang bolong, Selasa 19 April 2022, pukul 10.00.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Nofri Fuka
POS-KUPANG.COM - Di sebuah bengkel, di Desa Nita, ada seorang remaja berusia 19 tahun sedang menambal binen motor yang bolong, Selasa 19 April 2022, pukul 10.00.
Remaja itu bernama, Albertus Ton. Sehari-hari ia bekerja sebagai teknisi di sebuah bengkel milik bapak kecilnya, Joni Seo.
Putra kelahiran Kupang, 21 Agustus 2003 tersebut saat dijumpai TribunFlores.com, mengungkapkan sudah 2 tahun ia bekerja di bengkel khusus kendaraan roda dua itu.
"Saya di sini sudah 2 tahun, sambil sekolah sambil kerja di sini," ujarnya.
Ia menuturkan saat ini ia baru saja menamatkan pendidikan SLTAnya di XTM Negeri 1 Maumere. Namun, ia memilih untuk tak melanjutkan pendidikannya di tingkat perguruan tinggi.
"Saya baru tamat ini tahun, hanya saya tidak lanjut kuliah," ungkap remaja yang sering disapa Bento ini.
Alasan dirinya tak melanjutkan pendidikannya karena ada beberapa pertimbangan.
Baca juga: Gubernur NTT Viktor Laiskodat Meninjau Pasar Digital di Pasar Inpres Ruteng
"Saya tak melanjutkan kuliah karena mau bantu ade-ade sekolah, satunya di XTM dan bungsu di SMP Yaphentom 1, selain itu juga saya mau bantu ekonomi keluarga," kata Bento.
Anak kedua dari 4 bersaudara ini, mengatakan meskipun demikian ia merasa tak berkecil hati, karena biaya adik-adiknya sekolah dan ia sendiri tak melanjutkan pendidikannya.
"Saya rasa senang bisa bantu mereka, tidak rasa berkecil hati, untuk saya intinya mereka bahagia," pungkasnya.
Ia hanya berharap adik-adiknya dapat bersekolah dengan baik, sehingga bisa menggapai masa depan yang cerah.
Kata Bento, Masa depan itu sangat penting, dan bisa dicapai lewat hal apa saja dan pekerjaan apapun.
Bekerja sebagai teknisi bengkel, menurut Bento bukanlah hal yang mudah, ada banyak suka-duka yang diperoleh saat bekerja.
"Banyak suka duka yang saya dapat saat bekerja di bengkel, kadang tidak sengaja kasih rusak binen terus harus ganti, kadang juga kurang perlengkapan di bengkel harus ke kota untuk ambil, capeh juga, namun semua itu terbayar jika ada banyak pelanggan yang berkunjung, rasanya senang, tanggapan dari pelanggan yang positif juga sudah buat saya senang," ungkapnya.
Ia menjelaskan, bekerja sebagai teknisi bengkel merupakan hobi, dan ia melanjutkan jurusan yang ia ambil saat masih di XTM yakni teknik kendaraan ringan otomotif (TKRO).
Untuknya, semua pekerjaan itu sama saja, tergantung cara menjalani, dan bertanggung jawab atasnya.
"Mau kerja dimana saja tetap sama, intinya tanggung jawab," tandasnya.
Remaja yang kesehariannya bekerja selama hingga jam 11 malam ini mengaku, kadang menginap di bengkel yang notabene jauh dari rumahnya. Hal itu ia lakukan untuk menjaga barang-barang yang berada di bengkel. Dan memang benar, Pantauan TribunFlores.com, nampak ada tikar, tas, baju, perlengkapan mandi yang disimpan Bento dalam ruang bengkel itu.
Penghasilan yang diterima Bento, tergantung seberapa banyak pelanggan yang datang. Namun, penghasilan maksimal yang pernah didapatkan Bento itu sekitar Rp. 100.000.
Gaji perbulan, menurut Bento, diatur oleh Bapak kecilnya, Joni Seo.
"Soal gaji bapak kecil yang ator, saya kerja saja, nikmati saja," ujar Bento.
Ia juga mengatakan, ia akan tetap menekuni profesinya ini, karena untuknya pekerjaan ini sangat ia gemari dan sesuai dengan minatnya. (Cr1)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/bento-sedang-bekerja-menambal-binen-motor.jpg)