Paskah
Sambut Perayaan Paskah, Satlantas Polres Lembata Gelar Operasi Semana Santa
Menyambut Hari Raya Paskah 2022, Satuan Lalu Lintas Polres Lembata menggelar operasi semana Santa yang digelar selama 12 hari terhitung tanggal 8-19
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, RICKO WAWO
POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Menyambut Hari Raya Paskah 2022, Satuan Lalu Lintas Polres Lembata menggelar operasi semana Santa yang digelar selama 12 hari terhitung tanggal 8-19 April 2022.
Kepala Satuan (Kasat) Lalu Lintas (Lantas) Polres Lembata, AKP Abdul Malik, Selasa 12 April 2022 menjelaskan, Polres Lembata merupakan polres perimbangan dari polres Flores Timur.
Dikatakannya, operasi semana santa, inti pertama itu pengamanan di Flores Timur.
“Polres Lembata hanya mengimbangi dan diperlukan kegiatan pengamanan di sana, maka polres-polres samping itu siap memback up pelaksanaan,” kata mantan Kapolsek Nubatukan ini.
Dijelaskan, dalam operasi Semana Santa, Polres Lembata diinstruksikan untuk dibuatkan tiga pos pengamanan.
"Pos pengamanan di gereja itu sendiri, ada pos pelayanan yang ada di pelabuhan dan satunya di Simpang Wangatoa depan pak Nasir dan satunya lagi pos PAM di depan gereja Baneux Lewoleba,” ungkap mantan Kapolsek Lembor, Manggarai Barat ini.
"Jadi teman-teman itu melaksanakan piket setiap hari bergantian. Sementara pos PAM di setiap Gereja ada petugas gabungan akan dilaksanakan pada saat mulai kegiatan Misa, Seperti Minggu Palma kemarin,” katanya.
Dikatakannya, pada Kamis Putih mendatang, Jumat Agung, Sabtu Suci dan Minggu Paskah, di dalam kegiatan-kegiatan itu, semua polri, khususnya lalu lintas melaksanakan maksimal pengamanan.
Baik yang tergabung di pos PAM maupun ada juga personil yang melaksanakan tugas di luar pos PAM yang melaksanakan kegiatan pengamanan Gereja.
Dijelaskan pengamanan pasti sasarannya tempat ibadah, umat yang melaksanakan ibadah juga harus merasa nyaman. Kalau polisi sudah jaga, jaminan keamanannya umat itu sendiri.
"Termasuk dengan barangnya juga, baik di tempat ibadah maupun kendaraan para umat yang datang itu, kita harus betul-betul memberikan jaminan,” tegasnya.
"Kemarin kami mendapat kordinasi, kami yang melakukan pengamanan itu juga, membantu mengatur parkir kendaraan. Kalau kita parkir tidak teratur pasti akan memakan badan jalan, bahkan keluar masuk orang akan terganggu. Semuanya di tutup bagian kiri dan barat supaya umat yang melaksanakan ibadah benar-benar fokus. Memberikan rasa nyaman kepada umat dalam melaksanakan ibadah, itu yang utama," katanya.
Ia mencontohkan di Gereja Benneaux, di bagian toko taruna akan tutup dan perempatan blok M arah ke Gereja Benneaux pun ditutup. Yang diperbolehkan lewat hanya sepeda motor dan mobil khusus umat yang melaksanakan misa.
"Selain itu tidak diperkenankan karena ada jalan alternatif kiri dan kanan bisa dilalui. Jadi benar-benar kita semaksimal mungkin untuk fokus bagaimana umat itu bisa nyaman untuk melaksanakan ibadah,” tegas Kasat AKP Abdul Malik.