Ramadan 2022

Kesukaan Baginda Nabi, Simak Segudang Manfaat Kurma Saat Berbuka Puasa Ramadan yang Harus Diketahui

Buah kecil asal Timur Tengah yang kerap jadi anjuran pertama saat berbuka puasa ini ternyata punya manfaat baik bagi kesehatan.

Editor: Yeni Rahmawati
ILUSTRASI
Manfaat kurma pada bulan Ramadan 

POS-KUPANG.COM - Buah kurma menjadi salah satu buah yang identik dengan bulan suci Ramadan.

Tak jarang umat Islam yang menyediakan buah kesukaan Nabi Muhammad SAW untuk menemani berbuka puasa.

Selain kesukaan nabi, mengonsumsi buah-buah kering, seperti kurma sangat bagus bagi kessehatan.

Apalagi saat menjalankan ibadah puasa.

Buah ini sangat cocok menjadi menu berbuka.

Baca juga: Bacaan Doa Buka Puasa Ramadan & 4 Menu yang Baik di Konsumsi Saat Berbuka Puasa

Dilansir dari Tribun-Medan.com, buah kecil asal Timur Tengah yang kerap jadi anjuran pertama saat berbuka puasa ini ternyata punya manfaat baik bagi kesehatan.

Mengandung kalori, karbohidrat hingga antioksidan, kurma disebut mampu menggantikan energi tubuh yang hilang selama berpuasa.

"Kurma adalah sumber karbohidrat sederhana yang sangat baik dikonsumsi saat awal berbuka. Karbohidrat sederhana biasanya akan cepat mengganti energi yang hilang. Untuk itu, konsumsi kurma sangat dianjurkan," ungkap Ahli Gizi dari Akademi Gizi Karya Husada Kediri, Mirthasari Palupi SST, M. Kes, Minggu (3/4/2022).

Ahli Gizi dari Akademi Gizi Karya Husada Kediri, Mirthasari Palupi menjelaskan tentang manfaat kurma untuk berbuka puasa, Minggu (3/4/2022).

Menurut Mirthasari Palupi, saat berbuka puasa hendaknya mengonsumsi makanan secara bertahap dan pelan-pelan. Yang pertama harus dikonsumsi adalah air putih.

Baca juga: Contoh Kultum Ramadan Sebelum Berbuka atau Tarawih : Berbagai Keberkahan di Bulan Suci

Sebab, air putih disebut dapat menetralkan tubuh dan memberi hidrasi setelah puasa seharian. Setelah minum air putih, kurma bisa dikonsumsi segera.

Saat berpuasa, sisa-sisa karbo yang tersimpan dalam hati dan otot dalam bentuk glikogen akan dipecah. Kemudian, glikogen yang sudah dipecah akan bekerja memenuhi kebutuhan energi harian.

"Saat berbuka dan sahur nanti kita makan kemudian makanan diolah tubuh, cadangan glikogen yang dipecah tadi kembali terisi. Digunakan untuk cadangan makanan dalam tubuh. Maka dari itu penting mengonsumsi karbohidrat sederhana seperti kurma. Sebab, proses penyerapannya cepat," tambahnya.

Perempuan yang akrab disapa Upi tersebut menambahkan, kendati kurma baik dikonsumsi sebagai makanan pembuka, ia mengimbau supaya tak berlebihan.

"Konsumsinya wajar saja, misal seperti yang dianjurkan dalam jumlah ganjil. Bisa 3, 5 atau 7 (buah). Jangan karena kurma ini baik, lalu satu kotak isi 500gram dihabiskan semua. Itu namanya balas dendam. Apapun yang berlebihan tidak baik," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved