Berita NTT Hari Ini
Uskup Agung Kupang Pimpin Misa 100 Hari Berpulangnya Almarhum Frans Lebu Raya
Menurut Mgr. Petrus Turang nasihat Rasul Paulus ini mengingatkan manusia yang ditinggalkan akibat kematian
Penulis: Ray Rebon | Editor: Edi Hayong
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon
POS-KUPANG.COM, KUPANG- Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Pr memimpin Misa mengenang 100 hari berpulangnya Almarhum mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya di Gereja Santa Maria Assumpta Kupang, Senin 4 April 2022 malam.
Untuk diketahui Almarhum Frans Lebu Raya menghembuskan nafas terakhirnya pada 19 Desember 2021 di RS. Sanglah Denpasar Bali.
Pantauan Pos-Kupang.Com, Adinda Lebu Raya, istri lmarhum bersama anak-anak, keluarga dan kerabat serta unsur pemerintahan maupun umat hadir dalam misa mengenang 100 hari berpulangnya Almarhum Frans Lebu Raya.
Hadir juga wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, Ketua DPRD Provinsi NTT, Emi Nomleni, Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe serta unsur pemerintahan lainnya.
Baca juga: Leo Berselisih Virgo Jujur Libra Romantis, 12 Zodiak Cinta Besok 5 April 2022, Sagitarius Dandan
Dalam Kotbahnya, Mgr, Petrus Turang mengajak keluarga, kerabat serta semua umat yang hadir untuk sejenak merenungkan peristiwa iman pada malam hari ini.
Dikatakan Uskup Turang, Rasul Paulus mengingatkan umatnya agar tidak melupakan mereka yang telah berpulang ke pangkuan Bapa yang meninggalkan hidup raga duniawi ini.
Menurut Mgr. Petrus Turang nasihat Rasul Paulus ini mengingatkan manusia yang ditinggalkan akibat kematian.
"Rasul menegaskan kita manusia memiliki pengharapan di dalam Kristus yang Bangkit. Inilah bagian dari hidup kristiani dalam hubungan dengan kenangan orang yang ditinggalkan seperti 100 hari meninggalnya saudara Frans Lebu Raya", kata Uskup Turang.
Baca juga: Danau Tankolo di Sikumana Kota Kupang Pasca Seroja, Ini Kondisi Terkini
Dilanjutkan Uskup Turang, mengutip pesan Rasul Paulus "Kami tidak mau saudara-saudara mengetahui tentang mereka yang meninggal supaya kamu jangan berduka cita seperti orang yang tidak mempunyai pengharapan. Karena apabila kita percaya bahwa Yesus Kristus telah mati dan akan bangkit kembali, maka kita pun percaya bahwa mereka yang telah meninggal bersama Yesus akan dikumpulkan Allah bersama - sama dengan Dia".
"Hidup manusia memang bukan miliki kita seutuhnya, melainkan itulah milik dan ciptaan Allah yang tumbuh dan berkembang dalam keadaan terbatas di dunia ini", kata Mgr Petrus Turang.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/konselebran.jpg)