Ramadan 2022

Hal yang Berpotensi Batalkan Puasa Ramadan, Salah Satunya Berwudhu, Begini Penjelasan Uztaz Adi

Bagaimana hukum wudhu saat puasa? Terutama saat berkumur dan membersihkan hidung harus memasukkan air, apakah bisa membatalkan? 

Editor: Yeni Rahmawati
BANJARMASINPOST.CO.ID
Ustadz Adi Hidayat Jelaskan soal berkumur saat berwudhu di bulan Puasa Ramadan 

POS-KUPANG.COM - Menurut Ustadz Adi Hidayat, berkumur saat bulan puasa tidak ada bedanya dengan hari biasa.

Namun terkait dengan sunah wudhu yang sekiranya takut membatalkan sebaiknya tidak dilakukan. 

"Terkait dengan sunah wudhu yang dipandang sebagai membatalkan puasa atau makruh maka diminta untuk hati-hati atau meninggalkan sebagiannya," ujar UAH.

 Lanjut UAH, seperti dalam berkumur-kumur jangan sampai airnya tertelan. 

Begitu juga sunah ketika beristinsyaq atau memasukkan air ke dalam lubang hidung bisa ditinggal karena berpotensi bisa membatalkan puasa. 

Baca juga: Segarnya Puding Nanas Susu, Menu Sehat Buka Puasa Ramadhan, Begini Cara Buatnya

"Silahkan meninggalkan sunah instinsyaq selama menjalankan puasa karena bisa membatalkan puasa. Namun untuk lainnya berwudhu seperti biasa," tuturnya. 

Hasilnya kebanyakan orang muslim menjadi sangat hati-hati waktu berkumur saat sedang berpuasa agar tidak batal.

Wudhu sendiri dalam suatu ibadah tergolong dalam syari sehingga harus kita lakukan berdasarkan tata cara terbaik.

Maka dari itu mau sedang puasa ataupun hari biasa, selalu dianjurkan untuk berwudhu seperti biasanya.

Agar Anda tidak salah, bisa mempelajari sesuai ketentuan Al-Quran dan Hadits mengenai dalil beserta caranya.

Baca juga: BACAAN Niat Puasa Ramadhan Lengkap dengan Doa Buka Puasa Ramadan dalam Bahasa Arab, Latin & Artinya

Lalu bagaimana hukum berkumur saat puasa? Anda bisa melihat pada surat Al-Maidah ayat 6.

Di mana disebutkan bahwa Allah SWT memerintahkan pada semua orang muslim yang beriman agar sebelum melaksanakan sholat harus bersuci terlebih dahulu.

Anda harus membasuh muka, tangan, bagian kepala sampai kaki yaitu wudhu.

Tentu saja perintah Allah SWT dalam ayat Alquran tersebut kemudian disempurnakan lagi oleh Nabi Muhammad SAW sehingga gerakan lebih baik.

Kemudian Rasulullah SAW mulai mengajarkan kepada pengikutnya.

Baca juga: Ketua MUI Minta Umat Muslim di Manggarai Timur Wajib Menjalankan Puasa Ramadhan

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved