Berita Nasional
Amien Rais Tolak Presiden Tiga Periode, Sebut Rezim Jokowi Paranoid
Salah satu di antara mereka yang menentang perpanjangan masa jabatan presiden adalah Ketua Dewan Syuro Partai Ummat Amien Rais.
Amien Rais Tolak Presiden Tiga Periode, Sebut Rezim Jokowi Paranoid
POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Sejumlah kelompok yang menyebut diri pendukung Presiden Joko Widodo alias Jokowi terus menggalang dukungan untuk memperpanjang masa jabatan Presiden atau Jokowi tiga periode.
Namun, sebagian lagi menentang keinginan tersebut dan mempertahankan ketentuan masa jabatan presiden paling lama dua periode.
Salah satu di antara mereka yang menentang perpanjangan masa jabatan presiden adalah Ketua Dewan Syuro Partai Ummat Amien Rais.
Dia meminta Presiden Jokowi dan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan untuk berkonsultasi ke psikolog.
Pasalnya, Amien mencurigai dua sosok tersebut menderita narsisistik megalomania yang terlihat dari sikap merasa paling tahu, benar, dan menganggap diri sebagai penyelamat bangsa satu-satunya.
"Anda berdua ini harus berkaca dan tanya kepada psikolog yang objektif apakah kira-kira Anda berdua itu menderita narsistik megalonia," kata Amien dalam keterangan video di kanal Youtube miliknya, Sabtu 2 April 2022.
Jika benar begitu, Amien menyarankan keduanya memohon ampun kepada Tuhan.
Amien melanjutkan jika benar mereka mengalami penyakit psikis tersebut dan mengejawantahkannya dalam memimpin negara, maka akan sangat berbahaya bagi bangsa dan negara.
"10 tahun belum cukup. Masih mau lagi. Jika tiga periode tak kita halangi, itu bakal macam-macam," kata Amien dalam videonya di kanal YouTube Amien Rais Official, Sabtu (2/4).
Melihat itu, Amien berharap Jokowi dan Luhut bisa berakhir kekuasaannya pada Oktober 2024 mendatang. Artinya, tak ada lagi wacana perpanjangan presiden dan tetap patuh pada UUD 1945 berlaku saat ini.
Ia pun meminta kepada Jokowi dan Luhut tak membuat gerakan politik seperti zaman Orde Baru untuk melanggengkan kekuasaannya.
"Kita masih terngiang [saat Orde Baru] bagaimana dibodohi dan ditekan menggunakan berbagai cara sebuah tujuan politik yang itu jahat, termasuk kriminal," kata Amien.
Di sisi lain, Amien juga menuding pemerintahan Jokowi saat ini sebagai rezim yang paranoid. Salah satu cirinya, kata dia, rezim ini merasa tak pernah aman ketika memerintah. Kemudian, menutupi kelemahannya itu dengan menggertak dan mengerahkan massa.
Karenanya, Amien menilai Jokowi tak kompeten sebagai pemimpin karena tak tahu kapan harus mundur dari jabatannya sebagai presiden.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Amien-Rais_007.jpg)