Rabu, 20 Mei 2026

Berita Kupang Hari Ini

Dinas PUPR Kabupaten Kupang Akan Normalisasi Tiga Sungai

"Untuk Sungai di desa Oesusu kecamatan Takari kita akan normalisasi Sekitar 500 meter karena Sungai mengalami pendangkalan

Tayang:
Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RYAN;TAPEHEN
Sungai di kelurahan Babau Kecamatan Kupang Timur yang sudah dangkal diminta untuk normalisasi. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Tapehen

POS-KUPANG.COM, OELAMASI - 3 sungai yang berada di Kabupaten Kupang yang pernah menyebabkan banjir akan segera dinormalisasi oleh pemerintah Kabupaten Kupang.

Sungai-sungai tersebut yakni sungai yang berada di kelurahan Babau, di desa Raknamo, dan di desa Oesusu.

Ketiga sungai tersebut oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat Kabupaten Kupang, Joni Nomseo akan segera dinormalisasi karena mengalami penyempitan dan pendangkalan.

"Kita punya alat dan kita juga sudah ajukan ke BPBD untuk segera normalisasi sungai-sungai ini," jelas Nomseo, Kamis 31 Maret 2022.

Baca juga: Jaksa Bawa Pulang 41 Item Barang Sitaan Dari BPKAD Kabupaten Kupang

Untuk normalisasi kata Joni membutuhkan biaya sebesar 20 juta rupiah karena alat berat adalah milik pemda dan hanya membutuhkan bahan bakar serta mobilisasi.

"Untuk Sungai di desa Oesusu kecamatan Takari kita akan normalisasi Sekitar 500 meter karena Sungai mengalami pendangkalan," jelasnya.

Sementara sungai kecil di desa Naibonat yang terletas di samping luskesmas Naibonat jug akan dinormalisasi karena kata dia suda sangat dangkal dan sempit.

Untuk itu mereka akan melakukan koordinasi dengan masyarakat setempat untuk memberikan tahan sekitar 2 meter di sisis dsungai agar bisa dikeruk lebih lebar dan dalam.

Baca juga: Bursa Transfer Pemain Liga 1: Marukawa Panaskan Derby Jateng Liga 1, Dibajak Persis Solo atau PSIS?

Pasalnya di sungai kecil itu yang terus mengalir bila musim hujan tiba selalu terjadi banjir.

Sungai lain yakni yang berada di batas kelurahan Oesao dan kelurahan Babau di kecamatan Kupang Timur.  Sungai tersebut yang mengakibatkan belasan kepala keluarga hafus menderita akibat rumahnya diterjang banjir saat badai seroja lalu.

"Kita akan normalisasi mulai dari samping puskesmas itu sampai ke jembatan jalan ke desa Nunkurus karena sudah dangkal sehingga hujan sedikit saja air mulai naik," jelas Nomseo.

Salah satu warga di Kelurahan Babau Idan sereh sekaligus ketua RT 35 mempertanyakan soal normalisasi sungai mereka.

Baca juga: Kanwil Kemenkumham NTT Pastikan Keamanan dan Keselamatan Tahanan di Rumah Tahanan 

"Jujur sekarang sungai ini dangkal sekali kalau hujan sedikit saja pasti air naik dan kami pasti standby lari," ujar Idan.

Sebagai warga terdampak yang cukup parah waktu seroja lalu saat ini dia merasakan trauma sehingga bila hujan walaupun tidak terlalu besar tapi banjir hampir mau sampai rumah.

"Sungai ini belum pernah normalisasi dulu waktu kedatangan neteri pertana Mei 2021 pernah dijanjikan waktu untuk normalisasi sungai," terangnya.(*)

Berita Kupang Hari Ini

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved