Rabu, 15 April 2026

Perang Rusia Ukraina

Rusia vs Ukraina: Nama Daftar Negara Eropa Larang Pasukan Gabung Pasukan Ukraina Perang vs Rusia

Tak semua negara-negara di Eropa menentang invasi Rusia terhadap Ukraina. JIka sebagian negara Eropa mengirimkan tentara untuk membantu Ukraina

Editor: Ferry Ndoen
GETTY IMAGES via BBC INDONESIA
Tank Rusia dihancurkan oleh pasukan Ukraina di Luhansk 

POS-KUPANG.COM - Tak semua negara-negara di Eropa menentang invasi Rusia terhadap Ukraina. JIka sebagian negara Eropa mengirimkan tentara untuk membantu Ukraina melawan Rusia, tidak demikian dengan tujuh negara ini.

Negara-negara Eropa ini hanya mengirimkan senjata dan logistik ke Ukraina sebagai bentuk dukungan kepada negara tersebut.

Ketujuh negara itu adalah, Prancis, Jerman, Belanda, Spanyol, Italia, Luksemburg dan Belgia. Pernyataan tidak akan mengirimkan  pasukan ke Ukraina diungkapkan saat pada delegasi dari ketujuh negara berkumpul di Brussels.

Menurut pernyataan yang dirilis usai pertemuan itu, ketujuh menteri "dengan suara bulat melarang orang Eropa untuk bergabung" dengan barisan pejuang sukarela yang akan berperang di Ukraina.

"Kami jelas melarang orang-orang pergi ke zona perang," ujar Menteri dalam Negeri Prancis, Gerald Darmanin setelah pertemuan itu dikutip AFP, Selasa 29 Maret 2022.

Ia lalu melanjutkan, "Setahu saya, hanya ada sedikit penerbangan dari Prancis yang akan terkonfirmasi (ke Ukrain). Hampir tak ada."

Usai Rusia melancarkan invasi pada 24 Februari lalu, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengumumkan membuka legiun asing untuk membantu melawan pasukan Moskow.

Baca juga: Profil Pengusaha Rusia Alex Konanykhin Rela Bayar Rp 14,4 Miliar Bagi yang Berhasil Tangkap Putin

Pada 6 Maret, tercatat sekitar 20 ribu warga asing bergabung menjadi sukarelawan membantu Ukraina berperang melawan Rusia. 

Meski banyak negara yang melarang, beberapa orang tetap pergi ke Ukraina. Salah satunya warga dari Brasil.

Kementerian Luar Negeri Brasil dengan tegas melarang warganya bepergian ke Ukraina mengingat situasi keamanan.

Namun larangan itu tak menghentikan veteran militer Brasil, Leandro Galvao, yang sudah berada di pinggiran kota Kyiv.

Ia melakukan patroli dan operasi penyelamatan sipil bersama tentara Ukraina.

Baca juga: Liga 1: Lebih Dekat Tiga Pemain Muda Calon Pemain Terbaik Liga 1, Ini Profilnya

Pasukan Rusia Pindah dari Kiev

Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau Pentagon menyatakan bahwa sejumlah kecil pasukan Rusia telah pindah dari Ibu Kota Ukraina Kiev. Namun, Pentagon menganggap itu bukanlah penarikan mundur yang nyata melainkan sebagai reposisi.

Juru bicara Pentagon John Kirby mengatakan bahwa pelaporan tentang pergerakan Rusia menjauh dari ibu kota telah dibesar-besarkan dan itu tidak berarti bahwa ancaman terhadap Kiev sudah berakhir.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved