Selasa, 19 Mei 2026

Jembatan Totgom Roboh

Kepala Desa Nek Baun Sudah Pernah Minta Pemkab Kupang Perbaiki Jembatan Totgom

Usulan tersebut tidak ditanggapi hingga Jembatan Totgom di wilayah Nek Baun roboh dan menewaskan dua warga, Rabu 30 Maret 2022.

Tayang:
Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM/HO
Jenazah Melaton Tiran (56) dan Desi Yani Tiran (24) disemayamkan di rumah duka RT 04 RW 02 Dusun I Desa Nek Baun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang. Bapak dan anak ini korban Jembatan Totgom roboh, Rabu 30 Maret 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Tapehen

POS-KUPANG.COM, OELAMASI – Pemerintah Desa Nek Baun, Kecamatan Amarasi Barat sebelumnya sudah mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Kupang untuk memperbaiki Jembatan Totgom.

Namun usulan tersebut tidak ditanggapi hingga Jembatan Totgom di wilayah Nek Baun roboh dan menewaskan dua warga, Rabu 30 Maret 2022.

Kepala Desa Nek Baun Isak Amnifu mengaku pernah mengantar surat ke Pemkab Kupang. Surat tersebut berisi permintaan perbaikan Jembatan Totgom.

“Namun hingga hari kejadian belum pernah ada pihak terkait seperti BPBD, dinas PUPR, dan bupati atau wakil bupati yang turun atau memberikan bantuan dalam perbaikan jembatan tersebut,” kata Isak Amnifu melalui rekaman suara yang dikirim kepada POS-KUPANG.COM, Kamis 31 Maret 2022.

"Namun Tuhan berkehendak lain pada ada hari Rabu tanggal 30 Maret 2022 terjadi musibah, jembatan ambruk sehingga mengakibatkan 2 orang warga harus kehilangan nyawa mereka," ujarnya.

Menurut Isak Amnifu, Jembatan Totgom yang roboh diakibatkan karena daerah sekitar jembatan sudah beberapa kali longsor.

“Selama ini tepi sunga tersebut sudah sering terjadi longsor sedikit-sedikit dan mereka juga sudah melakukan antisipasi dengan memasang bronjong namun kali ini arus sungai cukup deras sehingga merusak bronjong yang mereka pakai. Sudah tiga hingga empat tahun lalu mereka selalu berjibaku memperbaiki sungai tersebut namun akhirnya menelan korban juga,” paparnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Jembatan Roboh di Amarasi Kupang, Bapak dan Anak Meninggal Dunia

Dia menjelaskan bahwa Jembatan Totgom menghubungkan pemukiman warga dengan wilayah pertanian. Saat jembatan roboh, wilayah Nek Baun sedang diguyur hujan deras sehingga terjadi banjir di aliran sungai.

"Kejadian kemarin itu karena korban Yani sedang menjemput ayahnya yang juga menjadi korban di kebun, mereka yang sedang memberi makan ternak. Saat itu hujan belum terlalu reda dan korban Yani juga terburu-buru hendak mengikuti ibadat pemuda," jelas Isak Amnifu.

Sebelum kedua korban melintasi Jembatan Totgom, ada kenadaraan yang lewat namun tidak belum sempat ambruk.

Setelah terjatuh ke sungai, kedua korban bersama sepeda motor terseret banjir sejauh 2 kilometer.

Pada saat pencarian, keluarga dan warga pertama kali menemukan sepeda motor, kemudian Desi Yani Tiran (24) dan Melaton Tiran (56).

Kedua korban berstatus bapak dan anak ini merupakan warga RT 04 RW 02 Dusun I Desa Nek Baun.

Informasi ini disampaikan Kapospol Amarasi Barat Aipda Imanuel L Hangge melalui pesan WhatsApp (WA) yang diterima wartawan di Oelamasi, Kabupaten Kupang, Kamis 31 Maret 2022.

Baca juga: BREAKING NEWS: Dua Warga Tanah Merah Kupang Dipanah Orang Tak Dikenal

Dijelaskan bahwa anggota keluarga korban, Yaner Kasmetan (43) mendapat informasi bahwa kedua korban telah pulang dari kebun menuju rumah dengan menggunakan sepeda motor Honda Supra X DH 2638 BZ.

Namun belum juga tiba di rumah. Sekitar pukul 19.00 Wita, isri dari Melaton, Fince Heldatinenti (51) mencari tahu keberadaan suami dan anaknya ke anggota keluarga terdekat yang diketahui bersama-sama beraktifitas di kebun.

Pada pukul 22.00 Wita, sang istri beserta unsur pemerintah desa berinisiatif mencari Melaton dan Desi.

Upaya pencarian membuahkan hasil. Anggota keluarga mendapati Jembatan Totgom roboh. Kemudian mencari dan menemukan sepeda motor yang digunakan kedua korban.

Selanjutnya, warga menemukan mayat Desi, sekitar 2 Km dari lokasi jembatan roboh. Kemudian menemukan mayat Melaton sekitar 3 Km.

Setelah menemukan, lanjut Imanuel, warga mengevaskuasi kedua korban ke rumah duka di RT 04 RW 02 Desa Nek Baun.

Kapolsek Amarasi Iptu Jony Sogeng mengatakan, penyebab runtuhnya jembatan karena termakan usia.

"Untuk sementara diduga jembatannya sudah tua dan pengaruh curah hujan yg banyak sehingga roboh," jelas Jony. Menurutnya, kejadian ini murni sebuah musibah. (cr9)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved