Rabu, 15 April 2026

Laut China Selatan

Jet Tempur J-10 China, Indonesia dan Laut China Selatan

J-10 adalah jet militer buatan tangan China di Chengdu, China, dan secara resmi mengoperasikan J-10 di bawah Vigorous Dragons.

Editor: Agustinus Sape
Alert5, Wikipedia Commons
Jet tempur J-10 China. 

Jet Tempur J-10 China, Indonesia dan Laut China Selatan

Oleh: M Habib Pashya

POS-KUPANG.COM - Pada Februari 2022, jet tempur multi-peran J-10 buatan China pertama untuk Angkatan Udara Pakistan (PAF) muncul. Pesawat tempur kelas menengah J-10 bermesin tunggal akan membantu memodernisasi layanan tersebut dan memperdalam hubungan militer. Ini merupakan tonggak penting sebagai penjualan ekspor pertama J-10.

Seberapa berbahaya J-10 China bagi Indonesia?

J-10 adalah jet militer buatan tangan China di Chengdu, China, dan secara resmi mengoperasikan J-10 di bawah Vigorous Dragons.

Dengan klaimnya di Laut China Selatan, Beijing mengupgrade J-10 ke versi angkatan laut dengan kode nama J-10A dan S.

Versi maritim dari J-10 mampu diluncurkan dari kapal induk. Ini adalah J-10 dimana jet tempur ini dilengkapi dengan radar AESA, sensor penargetan elektro-optik (IRST) untuk melacak pesawat siluman, dan mesin WS-10A terbaru yang lebih bertenaga.

J-10 akan menjadi lawan tangguh bagi F-16 Indonesia.

Pada awal Februari, Diplomat melaporkan pembelian jet tempur Barat senilai $22 miliar oleh Kementerian Pertahanan Indonesia diumumkan di bawah dua kontrak signifikan.

Yang pertama adalah kesepakatan senilai $8,1 miliar untuk 42 jet tempur ringan bermesin ganda Rafale dari Prancis, dan yang kedua adalah kesepakatan senilai $13,9 miliar untuk 36 pesawat tempur kelas berat F-15 Eagle dari Amerika Serikat.

Beberapa pakar berpendapat bahwa transaksi Indonesia dengan Prancis dan AS akan memperkuat pertahanan udara Indonesia di Laut China Selatan.

Namun, beberapa ulama juga berpendapat bahwa Indonesia harus memperbarui militernya dengan AS.

Argumentasi itu dilatarbelakangi oleh China yang menjual J-10 ke Pakistan.

Indonesia berpeluang mengupgrade F-16. Bahkan AS menegur Indonesia untuk mengupgrade F-16 menjadi Viper Block 72.

AS mendesak Viper lebih baik dari semua sisi daripada F-16 yang dimiliki Indonesia sekarang.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved