Senin, 27 April 2026

Berita Timor Tengah Selatan Hari Ini

Warga Penerima Bantuan Rumah di TTS Harapkan Sertifikasi Tanah 

Dirinya juga mengharapkan adanya perhatian dari pemerintah untuk membantu proses pengadaan sertifikat tanah

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/ADRIANUS DINI
WARGA - Welem  Viktor Kono, salah seorang warga penerima bantuan rumah program penekanan angka stunting di TTS 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Adrianus Dini

POS-KUPANG.COM, SOE - Warga penerima bantuan rumah sangat bahagia dan berterima kasih sekali kepada pemerintah. Namun warga masih mengharapkan sertifikasi tanah tempat tinggal agar kehidupan mereka kedepan lebih aman dan nyaman.

Hal ini disampaikan Welem  Viktor Kono, salah seorang warga penerima bantuan rumah di TTS yang peletakan batu pertama oleh Presiden RI, Jokowi pada Kamis 24 Maret 2022 lalu.

"Sampai sekarang kami belum memiliki sertifikat tanah. Namun sejak 2014 kami sudah bayar pajak. Tanah ini merupakan hibah dari keluarga Mella. Kami masuk di tanah ini tidak tanpa membeli tanah. Kami masuk secara adat. Ukurannya standar, yaitu 20x30 meter," jelas warga RT 03/RW 01 Desa Kesetnana ini, Senin 28 Maret 2022.

Baca juga: Penekanan Angka Stunting di TTS, Ada 8 KK Penerima Bantuan Rumah

Tak jauh berbeda dengan harapan Viktor, hal senada disampaikan pula oleh Laa Sertolla warga penerima bantuan rumah program penekanan angka stunting di TTS.

Dirinya juga mengharapkan adanya perhatian dari pemerintah untuk membantu proses pengadaan sertifikat tanah tempat mereka tinggal sekarang.

"Pertama-tama saya ingin berterima kasih kepada pemerintah untuk bantuan rumah yang boleh saya dapatkan. Melihat kondisi rumah saya seperti ini, saya sangat bersyukur boleh mendapat bantuan ini," kisah Sertolla.

Baca juga: Komunitas Kupang Max Owners Kembangkan Taman Wisata Danau Fatukoto, TTS

Namun dirinya tetap mengharapkan agar pemerintah membantu warga untuk pengadaan sertifikat tanah. Supaya kepemilikannya terhadap rumah dan tanah menjadi jelas.

Mengenai Nominal dana yang akan diterima, Sertolla menerangkan mereka akan mendapat bantuan sebesar Rp 20 Juta dan apabila dana tersebut kurang maka perlu ada swadaya dari keluarga bersangkutan.

"Yang kami dengar dananya Rp 20 Juta. Apabila dana tersebut kurang maka perlu ada swadaya dari kami  sendiri sebagai penerima bantuan," ucap Sertolla.

Baca juga: Drama Pemecatan Dokter Terawan Bikin Masyarakat Jengah, Menkes Budi Sadikin Turun Tangan

Menurutnya, bantuan ini langsung dari pusat. Tiba-tiba saja warga didatangi tim BKKBN Pusat bersama RT dan pengurus desa waktu itu. Mereka melihat rumah-rumah yang tidak layak huni lalu membuat pendataan.

"Saya merasa sangat senang dengan bantuan ini, karena ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kami masyarakat," ungkap Sertolla.

"Kami sangat mengharapkan agar dana tersebut cepat dibagikan, supaya kami bisa cepat merealisasikan tujuan bantuan ini," harap Sertolla. (cr12)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved