Kamis, 23 April 2026

Konflik Laut China Selatan

Belum Kelar Perang Rusia Ukraina,Laut China Selatan Memanas,China Marah Latihan Perang AS &Filipina;

Rusia masih terus menggempur Ukraina meski hampir seluruh dunia mengencam agresi militer tersebut Di tengah berkecamuknya perang tersbut, Laut China

Editor: Alfred Dama
intisari.grid.id
Ilustrasi Kapal Induk Amerika Serikat (AS) di Laut China Selatan. 

POS KUPANG.COM -- Rusia masih terus menggempur Ukraina meski hampir seluruh dunia mengencam agresi militer tersebut

Di tengah berkecamuknya perang tersbut, Laut China Selatan mendadak memanas.

Pasalnya China marah aktivitas latihan militer Amerika Serikat dan China di dekat Taiwan

Ribuan pasukan AS dan Filipina memulai salah satu latihan tempur terbesar dalam beberapa tahun terakhir pada Senin (28/3), dekat dekat perbatasan laut dengan Taiwan. Kemungkinan bisa menyulut amarah China.

Latihan militer AS dan Filipina tersebut akan mencakup manuver tembakan langsung, serangan pesawat tempur, perang kota, dan pendaratan di pantai.

Baca juga: Peningkatan Aktivitas AS di Laut China Selatan Tingkatkan Risiko Konflik, Kata Peneliti China

Latihan tahunan bertajuk Balikatan akan berlangsung hingga 8 April dengan melibatkan hampir 9.000 tentara dari Angkatan Laut, Marinir, Angkatan Udara, dan Angkatan Darat, termasuk 5.100 personel militer AS.

China kemungkinan tidak akan menyukai latihan perang itu, mengingat lokasinya yang relatif dekat dengan Taiwan, yang Beijing klaim sebagai wilayahnya.

Tentara Filipina berdiri di dekat bendera Filipina di Pulau Thitu di Laut China Selatan, 21 April 2017. AS dan Filipina menggelar latihan tempur terbesar di dekat perbatasan Taiwan.
Tentara Filipina berdiri di dekat bendera Filipina di Pulau Thitu di Laut China Selatan, 21 April 2017. AS dan Filipina menggelar latihan tempur terbesar di dekat perbatasan Taiwan. (REUTERS/Erik De Castro)

Tapi, AS dan Filipina menegaskan, latihan tersebut tidak menargetkan negara tertentu.

“Militer AS dan Angkatan Bersenjata Filipina akan berlatih bersama untuk memperluas dan memajukan taktik, teknik, dan prosedur bersama yang memperkuat kemampuan respons dan kesiapan kami untuk tantangan dunia nyata,” kata Mayor Jenderal Jay Bargeron, Komandan Divisi Marinir Ke-3 AS.

Baca juga: Krisis Ukraina Mengganggu Peran Rusia di Laut China Selatan

"Aliansi kami tetap menjadi sumber utama kekuatan dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik," ujarnya, seperti dikutip Channel News Asia.

Pertama kali bergulir pada 1991, latihan militer Balikatan mengacu pada Perjanjian Pertahanan Bersama tahun 1951, yang mengikat Amerika Serikat dan Filipina untuk saling membantu jika terjadi serangan.

Perjanjian itu bertujuan untuk kemitraan AS dan Filipina menjadi kuat serta bersiap untuk segala kemungkinan keamanan sebagai pencegahan terhadap perang.

Baca juga: Beijing Tegaskan, China Memiliki Hak untuk Mengembangkan Pulau-pulau di Laut China Selatan

“Ini untuk pertahanan bersama, tidak pernah untuk menyerang,” ungkap juru bicara Angkatan Bersenjata Filipina Kolonel Ramon Zagala kepada Associated Press.

Tetapi Gubernur Cagayan menentang latihan gabungan apa pun yang menggunakan tembakan langsung, karena khawatir bisa memusuhi China.

Rencananya, pendaratan amfibi dengan manuver tembakan terbatas akan diadakan di Kota Claveria, Provinsi Cagayan, minggu ini.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved