Jumat, 10 April 2026

Berita Nasional

Presiden Jokowi Ancam Reshuffle Menteri Senang Impor

Tak hanya mencopot menteri, Jokowi juga akan mengganti Direktur Utama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang senang impor.

Editor: Alfons Nedabang
TRIBUNNEWS.COM
Presiden Jokowi sangat marah sampai tunjuk kepalanya sendiri saat memberikan pengarahan kepada para pejabat di seluruh Indonesia. Ia marah karena melihat banyaknya barang impor ada di dalam negeri. Ia juga marah karena para pejabat suka membeli barang impor padahal barang tersebut bisa dibuat di dalam negeri. Apa-apaan ini? 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo membuka opsi perombakan kabinet atau reshuffle bagi menteri yang tidak pro produk lokal.

Tak hanya mencopot menteri, Jokowi juga akan mengganti Direktur Utama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang senang impor.

"Saya sampaikan ke menteri BUMN tadi, udah ganti dirutnya, ganti, ngapain kita? Kementerian sama saja, tapi itu bagian saya itu. Reshuffle," kata Jokowi saat memberi pengarahan soal aksi afirmasi bangga buatan Indonesia, Jumat 25 Maret 2022.

Kepala negara menegaskan jajaran menteri di Kabinet Indonesia Maju dan Dirut BUMN tidak boleh main-main dalam membelanjakan anggaran pengadaan barang dan jasa.

Baca juga: Marah Pejabat Negara dan Kepala Daerah Beli Barang Impor, Jokowi: Jangan Tepuk Tangan!

Jokowi menyebut total anggaran pengadaan barang dan jasa mencapai Rp1.481 triliun.

"Kayak gini gak bisa jalan, sudah di depan mata uangnya ada, uang kita sendiri tinggal belanjakan produk dalam negeri saja sulit," tutur Jokowi sambil menggelengkan kepala.

Presiden memberi target agar 40 persen atau Rp400 triliun dari total anggaran tersebut bisa terealisasi pada Mei 2022.

Ia meyakini membeli produk lokal akan menimbulkan dampak luar biasa bagi produk domestik bruto (PDB) nasional.

Presiden meminta Kementerian Keuangan dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengawasi transaksi pengadaan barang dan jasa, dan melaporkan secara harian kepadanya.

Menurut Presiden, akan ada konsekuensi termasuk bagi Pemda apabila banyak melakukan impor.

Baca juga: Presiden Jokowi Sampai Tunjuk Kepalanya Sendiri Saat Lihat Banyak Pejabat Sukanya Beli Barang Impor

"Konsekuensinya, saya sampaikan ke Menkeu, sudahlah, kalau ada yang gak semangat potong DAK-nya (dana alokasi khusus). Nanti saya patok betul nanti, DAUnya (dana alokasi umum) hati-hati saya tahan, jika ada yang tidak taat pada apa yang kita sepakati pada hari ini," kata Jokowi.

Kementerian Nadiem Kena Sentil

Presiden menyinggung Kemendikbud Ristekdikti yang dipimpin Nadiem Makarim memiliki anggaran pengadaan barang dan jasa yang mencapai Rp 29 triliun.

Dari total anggaran itu, Jokowi menyebut baru Rp 2 triliun dana yang dikeluarkan untuk produk dalam negeri.

"Ini kelihatannya ada yang enggak semangat di dalam Kementerian," kata Jokowi.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved