Berita NTT Hari Ini
Morghum Cookies La Moringa, Biskuit Cegah Stunting
di dalam kelor ini sebagai anti stunting, selaras dengan program presiden dan gubernur NTT yaitu kelor sebagai salah satu pencegah stunting
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM,Asti Dhema
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Perpaduan unik kebaikan alam dari Kelor dan Sorghum yang mempunyai komposisi rasa yang unik dan kandungan gizi lengkap menjadikannya biskuit pilihan untuk mencegah stunting.
CEO La Moringa Indonesia, dr. Andree Hartanto kepada Pos Kupang mengatakan bilamana ibu dalam seribu hari kelahirannya, mulai 7 bulan hingga 2 tahun apabila diberikan asupan kelor atau makanan pengganti yang baik akan memberikan hasil anak-anak yang tidak stunting.
Berbicara mengenai stunting, lanjut Andree merupakan masalah nasional bahkan internasional.
Angka pertumbuhan stunting di NTT itu sangat tinggi yang termasuk dalam urutan ke lima provinsi dengan stunting tertinggi.Terkait dengan kunjungan kerja (kunker) presiden adalah salah satunya untuk memberantas stunting ini.
Baca juga: Dinkes Kota Kupang Gelar Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia di Lapas Kelas IIA
Menurut Andree, dipilihnya Kelor/Moringa sebagai bahan baku biskuit ini karena merupakan salah satu kearifan lokal dan kekayaan lokal sumber daya alam di NTT.
Di mana kelor ini mempunyai manfaat kesehatan yang sangat banyak. Salah satunya adalah sebagai anti stunting karena kalsium proteinnya sangat tinggi daripada susu dan produk-produk lainnya.
Melihat tingginya kalsium dan manfaat yang ada di dalam kelor ini sebagai anti stunting, selaras dengan program presiden dan gubernur NTT yaitu kelor sebagai salah satu pencegah stunting.
La Moringa, kata Andree, mengambil peran di sini untuk melakukan terobosan end product atau produk hasil akhir yang bisa bersaing baik secara nasional maupun internasional.
"Makanya kami menghasilkan produk-produk yakni teh kelor dan biskuit Morgum sebagai produk terbaru,"ungkapnya.
Baca juga: Nafsiah Mboi: Pemerintah Laksanakan Pola Pencegahan Stunting
NTT menjadi urutan kedua setelah Spanyol dengan produksi Moringa terbaik namun memiliki angka stunting tinggi oleh karena itu di sinilah peran La Moringa dengan slogan #Lamoringfightstunting.
"Kami ingin menghasilkan produk-produk yang bisa dimakan seperti biskuit yang enak dan bisa dikonsumsi ibu-ibu dan anak-anak sehingga harapan kami,stunting bisa berkurang bahkan diberantas di NTT,"ungkapnya.
Disampaikan Andree, sebenarnya sekeliling kita banyak produk-produk unggulan yang bisa diolah oleh karena itu dirinya mengajak semua masyarakat termasuk UMKM lainnya supaya bisa melihat peluang di sekitar kita khususnya di bumi NTT untuk menjadikan itu produk unggulan sehingga bisa membawa nama NTT baik nasional maupun internasional.
Baca juga: Presiden Jokowi Ingatkan Air Sangat Penting dalam Penanggulangan Stunting di NTT
"Pesan saya untuk seluruh masyarakat NTT,mati dukung dan kelola sumber daya alam dimulai dari kita sendiri.contohnya kelor,kelor banyak didapatkan di NTT apalagi kelor NTT ini adalah menduduki urutan ke-2 sebagai kelor terbaik di dunia setelah Spanyol," lanjut CEO La Moringa Indonesia,dr.Herawati Lianto.
Dalam memproduksi La Moringa ini, Andree dan Herawati tidak sendiri. Keduanya juga merekrut karyawan yang berasal dari NTT.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/morghum-cookies-produk-terbaru-la-moringa.jpg)