Berita Nasional
Banyak Bahasa Daerah di Indonesia Terancam Punah, Begini Kata Menteri Nadiem Makarim, Menurut Anda?
Di tengah kemajuan ilmu dan teknologi saat ini, mungkin kita tak menyadari kalau aset milik bangsa juga ikut tergerus. Salah satunya bahasa daerah.
Berikutnya, 29.370 guru, 17.955 kepala sekolah, 1.175 pengawas, serta 1,5 juta siswa di 15.236 sekolah.
Untuk komunitas penutur, Kemendikbud Ristek akan melibatkan sejumlah komponen.
Pertama, Keluarga, para maestro, dan pegiat pelindungan bahasa dan sastra dalam penyusunan model pembelajaran bahasa daerah.
Baca juga: Rabu Keramat Jokowi Terulang, Besok Lantik Nadiem Makarim Jadi Mendikbudristek, Nasib Abdul Muti?
Kedua, pengayaan materi bahasa daerah dalam kurikulum, dan perumusan muatan lokal kebahasaan dan kesastraan.
Berikutnya Kemendikbud Ristek juga akan melatih para guru utama serta guru-guru bahasa daerah, mengadopsi prinsip fleksibiltas, inovatif, kreatif, dan menyenangkan yang berpusat kepada siswa.
Selain itu, mengadaptasi model pembelajaran sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing, serta membangun kreativitas melalui bengkel bahasa dan sastra.
Dengan begitu, siswanya dapat memilih materi sesuai dengan minatnya. Pada akhirnya, bangga menggunakan bahasa daerah dalam komunikasi.
Baca juga: Nadiem Makarim Hapus Jurusan IPA-IPS-Bahasa, SMA Mulai Berlaku Kurikulum Merdeka
"Didorong untuk mempublikasikan hasil karyanya, ditambah liputan media massa dan media sosial, dan didorong untuk mengikuti festival berjenjang di tingkat kelompok/pusat pembelajaran, kabupaten/kota, dan provinsi," jelas Menteri Nadiem.
Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian mengatakan bahasa menunjukkan peradaban dan budaya serta tradisi yang harus dilestarikan.
"Mari kita jaga kelestarian bahasa daerah kita masing-masing. Tetap lestarikan dan jangan sampai punah," tutup Tito Karnavian yang juga mantan Kapolri ini. (*)