Berita TTU Hari Ini
Kasus DBD di Kabupaten Timor Tengah Utara Meningkat
Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meningkat beberapa
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meningkat beberapa waktu terakhir.
Demikian disampaikan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Robertus Tjeunfin, S. Kep, Ns., MPH, kepada POS-KUPANG.COM, Kamis, 24/03/2022.
Menurut pria yang akrab disapa Robert ini bahwa, kasus DBD di Kabupaten TTU meningkat dari 24 kasus menjadi 26 kasus dalam beberapa waktu terakhir.
Ia menjelaskan pada Senin, 21 April 2022 terdapat penambahan 1 kasus DBD dengan 1 kasus suspect DBD di Kabupaten TTU.
Lebih lanjut dikatakan Robert, sampai pada, Selasa, 22/03/2022 sebanyak 1 orang pasien DBD sedang dalam tahap perawatan sedangkan sisanya telah dinyatakan sembuh.
Baca juga: Bukan Sekedar Pasiar Lakukan Media Visit dan Uji Coba Paket Wisata di TNP Laut Sawu
Ia menuturkan, data jumlah kasus DBD di Kabupaten TTU tersebar di beberapa Puskesmas yakni; Puskesmas Lurasik; 2 kasus, Puskesmas Wini, 3 kasus, Puskesmas Tublopo, 1 kasus, Puskesmas Maubesi, 1 kasus, Puskesmas Eban 1 kasus (sementara dirawat) dan Puskesmas Sasi 18 kasus dengan 17 kasus sudah dinyatakan sembuh dan 1 kasus kategori suspek
Bagi Robert, belum ada pasien yang meninggal dunia dari 26 kasus DBD ini. Data jumlah pasien yang menderita DBD tersebut tersebar di seluruh wilayah Kabupaten TTU.
Dalam upaya menekan peningkatan kasus DBD di Kabupaten TTU, Dinas Kesehatan bekerjasama dengan instansi terkait melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat.
Ia mengakui bahwa, dalam upaya menekan peningkatan kasus DBD langkah paling efektif adalah melakukan fogging. Meskipun demikian, untuk sementara waktu pihaknya belum menempuh langkah tersebut karena pasien masih bisa ditanggulangi.
"Kalau pasiennya sembuh, untuk sementara kita belum lakukan fogging. Cuman ada beberapa kasus yang kondisinya berat, kita sudah lakukan fogging pada rumah penderita dan sekitarnya dengan radius 50 meter," ungkap Robertus.
Baca juga: Swafoto dengan Presiden Jokowi, Warga Penfui Kupang Tunjukan 3 Jari
Dinkes TTU telah melakukan Siaran Keliling dalam upaya mencegah dan menanggulangi Kasus DBD. Tidak hanya itu, pihak Puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten TTU juga melakukan Siaran Keliling secara intens.
Robert mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten TTU untuk menerapkan 3M yakni; menguras, menutup dan menguburkan barang-barang bekas terutama hasil olahan rumah tangga.
Selain itu, orang nomor satu Dinkes TTU ini juga meminta masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama memperhatikan genangan air di sekitar rumah. (*)