Berita Flores Timur Hari Ini

Berita Flores Timur: Hingga Maret 2022, Flores Timur Catat 37 Kasus Demam Berdarah

Hingga Maret 2022, Pemerintah Kabupaten Flores Timur, melalui dinas kesehatan mencatat 37 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah itu

Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Flotim, Sudirman Kia 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda

POS-KUPANG.COM,LARANTUKA - Hingga Maret 2022, Pemerintah Kabupaten Flores Timur, melalui dinas kesehatan mencatat 37 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah itu.

"Sejak Januari hingga Marer ini tercatat sudah 37 kasus DBD yang menyerang warga Flores Timur," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Flotim, Sudirman Kia kepada wartawan, Senin 21 Maret 2022.

Kasus DBD tersebut tersebar hampir di beberapa kecamatan seperti, kecamatan Wulanggitang, Lewolema, Larantuka, Ile Mandiri, Adonara Barat, Kelubagolit, Ile Boleng, Adonara Timur dan Solor Selatan.

Ia mengaku semua pasien DBD yang selama ini dirawat dinyatakan sembuh.

Baca juga: Kasat Intel Polres Flores Timur, Kapolsek Adonara dan Adonara Timur Dimutasi, Simak Beritanya

"Tidak ada lagi yang dirawat, semua sudah sembuh," katanya.

Jumlah kasus DBD, kata dia meningkat cukup signifikan dari Januari 2022 yang tercatat hanya dua kasus yang diakibatkan gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

"Upaya pengobatan ke pasien sementara berjalan sekaligus melokalisir agar tidak meluas," katanya.

Ia mengatakan Dinas Kesehatan telah berupaya mengantisipasi sebelum memasuki musim hujan 2021-2022 berupa surat peringatan kepada setiap Puskesmas untuk waspada DBD dan penyakit lainnya.

Baca juga: Liga 1: Sisa 2 Laga, Ini Jadwal Muitiara Hitam Persipura di Pekan ke-33 Liga 1 vs PSIS Semarang

Meski demikian jumlah kasus meningkat sehingga ia kembali mengimbau masyarakat agar melakukan pencegahan secara intensif.

Masyarakat perlu secara rutin menjalankan gerakan 3m yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan mengubur barang-barang bekas.

Selain itu menghindari gigitan nyamuk salah satunya dengan menggunakan kelambu saat tidur.

Ia menambahkan pemerintah daerah juga siap melakukan pengasapan (fogging) dengan melihat kondisi perkembangan kasus di lapangan. (*)

Baca juga: Perang Rusia vs Ukraina: Striker Inggris David Beckham Serahkan Saluran Medsos ke Dokter di Ukraina

Ilustrasi nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD).
Ilustrasi nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD). (POS-KUPANG.COM/HO-TRIBUNNEWS)
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved