Berita Kupang Hari Ini

SMK PP Negeri Kupang Gelar Public Hearing, Ini Dua Tokoh jadi Nara Sumber

Dia berharap kegiatan ini hasilnya bisa merepresentasikan keinginan masyarakat sebagai stakeholder

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/RYAN TAPEHEN
DIALOG - Kegiatan Public Hearing di SMK PP Negeri Kupang, Selasa 22 Maret 2022 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Tapehen

POS-KUPANG.COM, OELAMASI - Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri (SMK N Kupang) sangat menerima perubahan dengan mendengar masukan dari mitra kerja mereka.

Untuk itu lembaga pendidikan kejuruaan ini menggelar kegiatan Public Hearing dengan mengundang dua narasumber yakni Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTT dan Kepala Bidang Penyuluhan BNN NTT.

Disaksikan POS-KUPANG.COM, Selasa 22 Maret 2022, kegiatan berlangsung di Aula Nicola'as Bait SMK PP Negeri Kupang.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Kota Kupang Terus Melandai

Sebanyak 25 peserta ikut hadir dalam kegiatan ini yang semuanya adalah stakeholders mitra kerja SMK PP Negeri Kupang.

Kepala Sekolah SMK PP Negeri Kupang Stepanus Bulu menjelaskan SMK PP Negeri berada di bawah Kementrian Pertanian yakni Badan Penyuluhan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP).

Di sekolah ini, lanjut Stepanus, mereka menyelenggarakan proses pembelajaran baik di kelas dan praktek di lapangan denga  tujuan menghasilkan SDM yang profesianal, mandiri, berdaya saing, dan berjiwa enterpreuner.

Baca juga: Tahun Ini Arena Balap Kuda di Kelurahan Babau Kabupaten Kupang Akan Direnovasi

"Anak-anak kami diharapkan bisa menjadi pelaku usaha dan memberikan pekerjaan bagi orang lain," ungkapnya saat membuka kegiatan tersebut.

Ada kegiatan lain seperti PPDB, magang atau PKL dan legalizir ijazah ini menjadi indokator pelayanan yang kata dia harus di pantau oleh stakeholder.

Menurutnya, semua kegiatan yang mereka lakukan sudah dilaksanakan dengan baik, namun masih ragu bahwa masyarakat yang terdampak sudah sepaham dengan mereka atau masih memiliki pemikiran lain.

Baca juga: Bank NTT Cabang Betun Dampingi Lima Desa Binaan di Malaka 

"Itulah yang mendasari public hearing ini dilaksanakan dan hal ini merupakan satu bagian yang harus dilakukan untuk mendapatkan tanggapan dan masukan atas kegiatan utama yang dilakukan di sekolah ini," sambungnya.

Dia berharap kegiatan ini hasilnya bisa merepresentasikan keinginan masyarakat sebagai stakeholder.

Sementara Ketua Panitia, Luthfi Retriansyah dalam laporannya menjelaskan kegiatan public hearing ini terakhir dilaksanakan dua tahun yang lalu.

Baca juga: Bayi Penderita Hidrosefalus di Manggarai Butuh Biaya Operasi 

"Tujuan adalah mendapat masukan demi peningkatan pelayanan kinerja yang maju, mandiri, dan modern di masa pandemi," jelasnya.

Dengan demikian bisa melaksanakan terwujudnya standar pelayanan kepuasan masyarakat dengan harapan ada masukan dan saran untuk terselaksana pelayanan publik yang berkualitas.(cr9)

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved