Perang Rusia Ukraina

Gerak Maju Pasukan Rusia Mendekati Polandia Saat Gempur Lyiv, NATO Waspada di Perbatasan

Pasukan Rusia terus melakukan gempuran ke Kota Lyiv yang berada di bagian timur Ukraina Gempuran pasukan Vladimir Putin itu pun membuat pasukannya te

Editor: Alfred Dama
REUTERS/Roman Baluk
Asap mengepul di atas gedung-gedung di dekat bandara Lviv, saat invasi Rusia ke Ukraina berlanjut, di Lviv, Ukraina, 18 Maret 2022. 

POS KUPANG.COM -- Pasukan Rusia terus melakukan gempuran ke Kota Lyiv yang berada di bagian timur Ukraina

Gempuran pasukan Vladimir Putin itu pun membuat pasukannya terus bergerak mendekati wilayah perbatasan dengan Polandia

Pasukan NATO yang sudah berada di perbatasan kini dalam keadaan siagga tinggi.

Pihak NATO pernah mengancam bila Rusia masuk selangka saja kie wilayah NATO maka, Rusia harus siap menerima konsekuensinya

Walikota Lyiv, Andriy Sadovy, pada hari Jumat (18/3) melaporkan bahwa rudal Rusia telah menghantam daerah dekat bandara kota. Namun, Sadovy memastikan bandara tidak terkena dampaknya.

Baca juga: Vladimir Putin Terancam Lengser Dari Kursi Presiden , Anak- Muda Rusia Tak Suka Negaranya Berperang

Dikutip dari Reuters, saat ini pihak berwenang masih mengamati situasi dan akan segera melaporkan keadaan pastinya secepat mungkin.

Sementara itu, kanal televisi Ukraina 24 melaporkan setidaknya sudah ada tiga ledakan yang terdengar di kota itu.

Serangan Rusia ke kota Lyiv semakin menjadi-jadi sejak pekan lalu. Militer Rusia menembakkan rudal di dekat Lviv dan menghantam pangkalan militer besar di dekat perbatasan Polandia. Insiden itu disebut telah menewaskan puluhan orang.

Kota penting bagi Ukraina
Lyiv merupakan salah satu kota penting yang terletak sekitar 70 km dari perbatasan dengan Polandia. Dekatnya lokasi ini membuat Lyiv seolah menjadi pintu masuk menuju NATO.

Baca juga: Rusia Serang Pangkalan Militer Ukraina, Seorang Tentara Ditemukan Hidup dalam Reruntuhan

Sejak invasi Rusia ke Ukraina dimulai, Lyiv telah menjadi titik kumpul bagi para pengungsi yang hendak meninggalkan negara menuju Polandia atau negara lainnya.

Mengutip CNN, Lyiv telah menampung lebih dari 200.000 orang terlantar. Lyiv sendiri adalah kota yang berpenduduk lebih dari 700.000 jiwa. Gelombang pengungsi membuat kota ini semakin padat.

Kota ini juga telah menjadi tempat singgah sementara bagi banyak organisasi media dan kedutaan yang terpaksa lari dari ibu kota Kyiv.

Dari aspek militer, Lyiv juga berfungsi sebagai rute pasokan senjata penting ke militer Ukraina. Kerasnya perlawanan militer di kota ini juga telah dianggap berhasil menggagalkan rencana Rusia untuk melakukan invasi cepat.

Baca juga: Pekerja Sosial Asal Amerika Ikut Tewas dalam Serangan Rusia di Ukraina

Lyiv juga memiliki arti penting dari aspek budaya. Di kota ini terdapat kawasan kota tua yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO. Pemerintah Ukraina juga terus berusaha melindungi Museum Nasional di Lyiv yang menampung koleksi seni abad pertengahan yang suci dan manuskrip keagamaan yang langka.*

PBB Melaporkan Ratusan Warga Sipil Telah Kehilangan Nyawa Akibat Invasi Rusia

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved