Ramadan 2022

Bacaan Doa Buka Puasa Nisfu Syaban, Juga Adab Berbuka Sesuai Anjuran Nabi Muhammad SAW

Ustadz Abdul Somad menjelaskan, ada di antara sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW yakni menyegerakan berbuka puasa dan mengakhirkan sahur.

Editor: Yeni Rahmawati
TRIBUN-TIMUR.COM
Ada berbuka puasa yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW 

Imsakiyah adalah pertanda menjelang terbit fajar, hal ini menunjukkan agar berhati-hati dan segera bersiap mengakhiri sahur.

"Fajar Shodiq telah terbit maka tidak ada lagi waktu untuk makan, tapi mengakhirkan beberapa detik menit sebelum adzan amat sangat baik," pungkasnya.

Doa Berbuka Puasa

Doa buka puasa sifatnya universal. Biasa digunakan untuk puasa Ramadhan maupun puasa sunnah seperti Nisfu Sya'ban.

Ustadz Abdul Somad menjelaskan, ada dua versi doa buka puasa yang kerap dibaca umat muslim.

Baca juga: Niat Puasa Nisfu Syaban Jelang Ramadan 2022, Ceramah Ustadz Abdul Somad Soal Tak Sempat Sahur

Doa tersebut adalah sebagai berikut:

Doa 1

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Artinya: "Ya Allah, untukMu aku berpuasa, dan kepadaMu aku beriman, dan dengan rezekiMu aku berbuka. Dengan rahmat Mu wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang."

Doa 2

ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

Artinya: “Hilanglah dahaga, basahlah tenggorokan-tenggorokan, dan telah ada pahala, insyaAllah.”

"Kedua-duanya boleh dipakai. Yang ngomong bukan Ustadz Somad tapi Syaikh Ibnu Utsaimin Ulama Saudi Arabia," terang Ustadz Abdul Somad dikutip Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Ustadz Menjawab.

Ustadz Abdul Somad menambahkan, meski hadistnya dhoif atau lemah tetap boleh dipakai.

Hadits dhoif tersebut boleh digunakan bila cukup 5 syarat, pertama bukan masalah akidah tauhid.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved