Berita Kota Kupang Hari Ini
Dinas PPKB Kota Kupang Edukasi Pasangan Cegah Stunting
Jadi salah satu menjarkan kelahiran adalah dengan kontrasepsi dengan menjadi akseptor
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Kupang terus melakukan upaya pencegahan stunting dengan mengedukasi masyarakat tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) pada Pasangan Usai Subur (PSU).
Kegiatan tersebut juga untuk meningkatkan kesertaan KB. Sasaran sosialisasi ditekanan pada Wanita Usia Subur dan dilaksanakan pada Selasa 15 Maret 2022 di aula Hotel SMKN 3 Kota Kupang.
Kepala Dinas PPKB, drg. Fransiska J. H. Ikasasi, menjelaskan kegiatan sosialisasi itu juga untuk pencegahan stunting berkaitan dengan pembinaan keluarga berencana. Dengan pembinaan pada pasangan usia subur dengan salah satu upaya yakni mengenai metode kontrasepsi.
Baca juga: Cegah dan Tangani Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, Pemkot Gandeng Polisi
"Jadi salah satu menjarkan kelahiran adalah dengan kontrasepsi dengan menjadi akseptor," katanya.
Program ini menurutnya sangat penting karena bertujuan untuk mensejahterakan keluarga. Kegiatan ini, baginya, memang ada korelasi dalam rangka pencegahan stunting. Ini juga untuk mengendalikan ledakan kelahiran dan pertumbuhan penduduk.
Metode jangka panjang ini memang diklaim cukup bagus. Selama ini, kata dia, masyarakat lebih cenderung menggunakan pil dan suntik pada kontrasepsi. Metode semacam ini disebut sudah kuno sehingga digunakan metode yang lebih modern ini.
Baca juga: Stunting di Kota Kupang 26,1 Persen
Ia menegaskan, metode ini juga akan memberikan sebuah kepastian sehingga para ibu-ibu tidak perlu khawatir tiap bulan dalam penggunaan alat kontrasepsi. Untuk sosialisasi, balai penyuluhan di tingkat kecamatan dan para kader bisa melakukan edukasi hingga ke kelurahan.
"Jadi semua bisa korelasi. Kita bisa mengatasi stunting dengan keroyokan," ujarnya.
Dengan metode demikian, memang bisa membantu masyarakat atau pasangan usia subur dalam menggunakan alat kontrasepsi. Sebab, seringkali pasangan lupa atau terlambat suntik kontrasepsi sehingga kelahiran tidak terencana pun ada.
Baca juga: Ketua DPRD Kota Kupang Terima Korban Seroja 2021
Menurutnya, program edukasi ini memang ulangan atau upaya yang terus dilakukan secara berkala untuk mengingatkan pasangan usia subur. Program yang dikeluarkan Pemerintah itu dikerjakan dalam durasi yang cukup panjang.
"Sehingga ini tidak menggangu aktifitas pasangan itu. Jadi tidak tiap bulan ke faskes, ingat kapan harus minum pil," paparnya.
Ia mengaku penerapan program ini menyasar semua pasangan usia subur dan tidak berada pada titik fokus atau daerah contoh. Pasangan akan diarahkan untuk merencanakan kehamilan sehingga jarak antar anak tidak terlalu dekat yang berpotensi terjadi stunting.
Baca juga: DPRD Kota Kupang Segera Rapat Bersama OPD Terkait Penanganan Bencana Alam
Berbagai upaya dan alat kontrasepsi, sebut dia, akan disesuaikan atau dipilih masing-masing pasangan. Tentu, penggunaan alat kontrasepsi juga berdasarkan kesepakatan antara kedua pasangan itu.
Upaya ini memang tidak langsung mengena ke pengendalian stunting, tetapi minimal pencegahan pada stunting mesti dikerjakan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pasutri.jpg)